Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat Cagub Jateng putaran kedua. Cagub Jateng nomor urut 2 Sudirman Said menjanjikan bakal 'PDKT' dengan pengurus RT dan RW se-Jawa Tengah untuk mencegah konversi lahan besar-besaran.
Hal itu ia ungkap saat sesi menjawab pertanyaan dari panelis. Pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah ditanya soal strategi berkurangnya lahan hijau di Jawa Tengah dari tahun ke tahun.
"Data Dinas Pertanian di tahun 2016 menunjukkan terdapat alih fungsi lahan ke industri. Ruang terbuka hijau di perkotaan 49 hektar lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 77 hektar. Bagaimana strategi yang akan dilakukan?" tanya panelis yang dibacakan oleh pemandu debat, Kamis (3/5).
Sudirman menjawab konversi tidak bisa dilakukan terus menerus karena akan mengancam kedaulatan pangan.
"Yang kita jadikan pegangan karena alih lahan terjadi karena adanya pelanggaran-pelanggaran. Harus ada hubungan yang terjalin baik dengan RT dan RW," jawab Sudirman.
Kemudian, lanjut Sudirman, lahan yang sudah kritis bisa diperbaiki dengan dilakukannya revitalisasi. " Yang penting antara Dinas Provinsi dan Kota ada sinergi. Karena tidak bisa dibiarkan konversi lahan berlebihan, karena kita sedang menuju kedaulatan pangan. Semakin banyak lahan kritis maka akan mengancam kedaulatan pangan," paparnya.
Selain akan mengganggu kedaulatan pangan, tambah Sudirman, konversi lahan yang semena-semana akan mengancam suplay makanan dan keseimbangan lingkungan. "Kami komit menggandeng RT, RW, Wali Kota termasuk pengusaha, karena pengusaha pemutar ekonomi kita. Yang kuncinya kita bicara dengan bupati, wali kota, developer supaya lahan dikelola dengan sebaik-baiknya supaya terjadi keseimbangan," ungkapnya.
Pernyataan Sudirman tersebut ditanggapi singkat oleh Ganjar, Cagub Jateng nomor urut 1.
"Rumus lahan pertanian pangan adalah berkelanjutan. Itu saja yang harus dipegang dengan tata ruang yang ada," singkat Ganjar menanggapi.
Debat putaran kedua tersebut digelar di Hotel best Western Solo.