Jakarta, 6 Desember 2023 – Sejumlah Pimpinan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) tingkat pusat, termasuk PP GP Ansor, PP Pagar Nusa, PB PMII, DPP Sarbumusi, PP IPNU, PP ISNU, dan Idaroh Aliyah JATMAN, secara serentak mengeluarkan pernyataan bersama. Langkah ini diambil sebagai upaya kolektif untuk meredam gejolak internal yang belakangan ini berkembang di dalam tubuh organisasi Nahdlatul Ulama.
Pernyataan sikap ini bertujuan untuk memastikan stabilitas dan keutuhan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Seluruh Banom NU sepakat untuk menyikapi dinamika yang ada dengan bijaksana, mengedepankan musyawarah, dan menjunjung tinggi adab organisasi. Komitmen ini disampaikan guna menjaga marwah dan persatuan jam’iyyah.
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan bahwa menjaga keutuhan jam’iyyah adalah amanah yang tidak bisa ditawar. Pernyataan bersama ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi seluruh anggota NU untuk tetap solid dan fokus pada tujuan utama organisasi, serta menghindari perpecahan yang dapat merugikan umat.
Advertisement
Advertisement
Dalam pernyataan sikapnya, Banom NU menegaskan komitmen kuat untuk menjaga persatuan jam’iyyah. Fondasi utama yang dipegang teguh adalah nilai-nilai tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil), demi kokohnya rumah besar Nahdlatul Ulama. Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan dan interaksi di internal organisasi.
Addin Jauharudin menekankan pentingnya adab dan akhlak dalam menyikapi setiap perbedaan pandangan. “GP Ansor bersama seluruh badan otonom NU berdiri tegak memastikan bahwa setiap dinamika disikapi dengan kepala dingin, musyawarah yang jernih, serta adab organisasi yang luhur. NU terlalu besar untuk dibiarkan," tegas Addin.
Selain itu, Banom NU juga berkomitmen untuk menjaga marwah organisasi dan menjauhi tindakan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan. Baik di internal maupun di ruang publik, setiap anggota diimbau untuk mengedepankan etika dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur Nahdlatul Ulama.
Advertisement
Advertisement
Poin penting lainnya adalah permohonan kepada PBNU dan pemangku kepentingan agar segera melakukan musyawarah yang jernih, tenang, dan terbuka. Tujuannya adalah untuk menghasilkan keputusan terbaik yang mengutamakan kemaslahatan jam’iyyah dan jama’ah secara keseluruhan. Proses dialog yang konstruktif dianggap krusial untuk menyelesaikan setiap persoalan.
Jajaran Banom NU juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya silaturahmi, tabayyun (klarifikasi), dan dialog yang telah dipimpin oleh para masyayikh, kiai sepuh, dan ibu nyai. Inisiatif para tokoh sepuh ini dianggap sebagai ikhtiar penting dalam menjaga ukhuwah (persaudaraan) dan keutuhan jam’iyyah. Peran mereka sangat vital dalam menenangkan suasana.
Melalui langkah-langkah ini, diharapkan setiap perbedaan dapat diselesaikan melalui jalur kekeluargaan dan musyawarah mufakat. Pendekatan ini selaras dengan tradisi NU yang selalu mengedepankan dialog dan konsensus dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi.
Advertisement
Advertisement
Banom NU berharap kepemimpinan PBNU tetap menjadi teladan dalam menjaga harmoni kehidupan organisasi. Selain itu, PBNU diharapkan selalu mengutamakan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Keteladanan pemimpin sangat penting untuk menjaga kepercayaan anggota dan masyarakat luas.
Seluruh jajaran Banom NU juga diinstruksikan untuk tetap fokus menjalankan program kerja masing-masing. Penguatan koordinasi antarbadan otonom serta memperkokoh khidmat kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat menjadi prioritas utama. Hal ini bertujuan agar roda organisasi tetap berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata.
Fokus pada program kerja ini juga menjadi cara untuk mengalihkan energi dari potensi konflik internal ke arah yang lebih produktif. Dengan demikian, organisasi dapat terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan kesejahteraan umat.
Advertisement
Advertisement
Sebagai penutup, Banom NU mengajak para pimpinan pesantren, mursyid thariqah, serta seluruh unsur NU untuk intensif memperbanyak dzikir, doa, istighotsah, dan munajat. Ajakan spiritual ini dimaksudkan agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan dengan kejernihan hati dan penuh hikmah secara bermartabat.
Pendekatan spiritual ini merupakan ciri khas Nahdlatul Ulama dalam menghadapi setiap tantangan. Dengan melibatkan kekuatan doa dan munajat, diharapkan Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kemudahan dalam menjaga persatuan dan keutuhan organisasi. Ini juga menjadi pengingat bahwa NU adalah organisasi yang berlandaskan nilai-nilai agama.
Addin Jauharudin berharap pernyataan sikap bersama ini dapat segera meredam ketegangan yang sempat terjadi di internal organisasi. Tujuannya adalah untuk menciptakan kembali persatuan dan kesatuan yang kokoh di antara seluruh elemen Nahdlatul Ulama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews