Anies didorong maju Pilpres, Presiden PKS ingatkan citra buruk Jokowi
Merdeka.com - Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, muncul sebagai salah satu kandidat calon Wakil Presiden untuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden 2019. Hal ini tak dibantah oleh Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS).
Presiden PKS Sohibul Iman, mengatakan, nama mantan Rektor Universitas Paramadina itu muncul dari Gerindra, lantaran ada aspirasi para kader partai berlambang burung tersebut. Bahkan, dia mengungkapkan Gerindra minta persetujuan partainya.
Sohibul pun menjelaskan, menghormati hal tersebut. Tapi, sampai sekarang, di antara 9 nama Cawapres dari PKS, tidak ada nama Anies.
"Nama Anies Baswedan muncul dari Gerindra. Katanya ada aspirasi dari kader-kader Gerindra untuk menjadikan AB (Anies Baswedan) sebagai Cawapres. Gerindra minta persetujuan PKS. Sampai saat ini di PKS sendiri di antara 9 nama itu, tidak ada AB. Sebagai aspirasi dari Gerindra tentu kami menghormatinya," ungkap Sohibul, Selasa (22/5).
Meski menghormati, dia menuturkan, harus dipikirkan secara matang soal Anies mendampingi Prabowo di Pilpres 2019 mendatang. "Tapi kan harus ditimbang secara matang," ungkap Sohibul.
Lewat Majelis Syuro
Dia pun menjelaskan, apa saja untung ruginya mantan Menteri Pendidikan itu menjadi Cawapres. Pasalnya, masih kata Sohibul, sejak awal PKS sudah memandatkan Anies sebagai Gubernur DKI 5 tahun.
"AB (Anies Baswedan) sejak awal kita mandatkan untuk jadi Gubernur DKI selama 5 tahun. Ingat waktu Jokowi loncat dari Gubernur DKI ke Capres, kan citranya buruk. Apakah kita akan melakukan hal yang sama? Yang kena imbas citra buruk bukan hanya AB secara pribadi, tapi PKS dan Gerindra sebagai pengusung juga kena getahnya," jelas Sohibul.
Yang kedua, lanjut dia, PKS memiliki mekanisme tersendiri. Dimana jika Anies ingin diusung dan masuk daftar Cawapres dari partainya, maka harus melewati keputusan Musyawarah Majelis Syuro.
"Ada mekanisme tersendiri di PKS yang harus dilalui, jika AB ingin masuk dalam daftar Capres-Cawapres usungan PKS. Yaitu, melalui keputusan Musyawarah Majelis Syuro. Bisakah AB meyakinkan 66 anggota MS PKS," tutup Sohibul.
Sementara itu, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris, memandang, peluang Gubernur DKI Anies Baswedan menjadi calon Wakil Presiden untuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden 2019, tergantung dari kerelaan PKS.
Dia pun menilai, partai yang dipimpin oleh Sohibul Iman itu sampai sekarang tak ikhlas jika Anies yang menjadi Cawapres. Karena itu, perbicangan dengan Gerindra masih berjalan alot. "Kayaknya sampai sekarang tidak atau belum ikhlas. Makanya alot," ungkap Syamsuddin.
Dia pun mengungkapkan, Prabowo memang tak mau jika Cawapresnya berasal dari PKS. Salah satu penyebabnya elektabiltas dari partai tersebut dinilai masih kecil.
"Prabowo kayaknya, maunya, bukan dari PKS. karena peluang elektabiltasnya mungkin dinilai kecil. Tapi problemnya tanpa PKS, suara Gerindra enggak cukup untuk usung Prabowo," jelas Syamsuddin.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Julianto, menyebut nama Anies memang sering dibicarakan menjadi Cawapres Prabowo. Namun, menurut dia, kedua belah pihak belum mengerucut akan sosok Anies.
"Belum kok. Karena kan proses musyawarahnya masih terus dilakukan," jelas Ferry.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya