Akbar Tandjung: Apa Relevansinya Melakukan People Power Tolak Pemilu?

Minggu, 19 Mei 2019 22:32 Reporter : Merdeka
Akbar Tandjung: Apa Relevansinya Melakukan People Power Tolak Pemilu? Akbar Tandjung. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Politisi senior Akbar Tandjung menilai gerakan massa people power tidak relevan dilakukan untuk menolak hasil Pemilu 2019 yang telah dilakukan oleh lembaga yang sah secara perundang-undangan.

"Apa relevansinya melakukan 'people power', kita kan negara yang menghormati konstitusi," kata Akbar Tandjung seusai menghadiri acara Pidato Kebangkitan Nasional Milenial Melangkah Maju, di Jakarta, Minggu (19/5).

Dia mengatakan sesuai UU Pemilu, KPU merupakan lembaga yang sah menyelenggarakan pemilu. Jika ada perbedaan pendapat mengenai hasil Pemilu maka dapat menempuh jalur konstitusional melalui pelaporan kepada Bawaslu maupun Mahkamah Konstitusi.

"Dengan menghormati konstitusi kita mampu meningkatkan kualitas demokrasi kita," jelas mantan ketua DPR itu.

Terkait adanya ajakan aksi massa pada 22 Mei 2019, saat pengumuman hasil Pemilu oleh KPU RI, Akbar mengatakan aparat kepolisian dan TNI sudah menyatakan sikap untuk menjamin keamanan.

Dia mengajak seluruh pihak menghormati institusi Polri dan TNI dalam menjalankan tugas memastikan keamanan negara.

"Kita hormati kedua institusi ini. Dan kita tentu berharap aparat berlaku adil sesuai aturan kelembagaan masing-masing," kata tokoh eksponen 66 itu. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini