Timnas Indonesia bersiap menghadapi Jepang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Jepang sendiri berada di puncak klasmen di group C. Untuk itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan wejangan penting.
Pelatih kepala atau coach Patrick Kluivert mengungkap pesan dari Prabowo sebelum menghadapi Jepang. "Semoga beruntung, nikmati, dan berikan hati untuk negara. Dan itulah tujuannya," kata Kluivert kepada wartawan usai melakukan makan siang di rumah Presiden RI Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (6/6).
Kluivert mengungkap telah menyiapkan strategi permainan melawan Negeri Sakura. "Besok kami berangkat ke Osaka. Kami punya rencana permainan, tetapi tidak nyaman bagi saya untuk mengatakannya sekarang," kata Kluivert.
"Yang terpenting adalah para pemain harus tahu apa yang harus mereka lakukan," tambahnya.
Meski Jepang memimpin puncak klasmen di group C. Eks pemain Barcelona tersebut memastikan bakal menunjukkan keterampilan yang dimilikinya.
"Ya, mereka menunjukkan keterampilan mereka, tentu saja. Mereka berada di puncak grup. Mereka memiliki tim yang sangat bagus," ujarnya.
"Namun, kami juga akan menunjukkan keterampilan yang kami miliki, tentu saja," sambungnya.
Advertisement
Tim Nasional (Timnas) Indonesia dipastikan lolos ke babak selanjutnya atau playoff dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hal ini dipastikan setelah menang atas China 1-0 pada Kamis (5/6) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Terlebih, Saudi Arabia yang juga menang atas tim tuan rumah Bahrain dengan skor 2-0. Sehingga, hal ini makin memperkuat dan memastikan Indonesia lolos ke babak playoff.
Meski lolos dalam laga selanjutnya, Presiden RI Prabowo Subianto tidak ingin para pemain Timnas ini berkecil hati dalam laga selanjutnya nanti. Karena, kemungkinan besar Indonesia akan menghadapi negara-negara dari Timur Tengah.
"Tadi Bapak Presiden pesan jangan minder. Kita bangsa besar. Kita harus berani lawan semua," kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir kepada wartawan di Kediaman Prabowo Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.
"Dan tentu kenapa uji coba di bulan September melawan Kuwait dan Lebanon? Karena kita akan melawan tim Timur Tengah," sambungnya.
Selain itu, ia sempat berizin kepada Presiden hingga Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya.
"Kita juga izin, tadi saya melapor ke Bapak Presiden, ada Pak Menseneg ada Pak Setkab untuk juga bidding sebagai tuan rumah. Siapa tahu kita masih bisa," ujarnya.
"Walaupun kita tahu dominasi negara-negara Timur Tengah cukup kuat sebagai tuan rumah. Kita coba lah. Ini kesempatan," sambungnya.