Warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan menyumbangkan telur hasil peternakan ayam dan bebek mereka. Sumbangan ini ditujukan bagi para korban bencana yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Inisiatif kemanusiaan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang berkelanjutan di dalam rutan, membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup meskipun dalam masa pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, menjelaskan bahwa telur-telur ini akan disalurkan kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Padang. Penyaluran ini dilakukan bersama dengan hasil panen dari lembaga pemasyarakatan lainnya di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menegaskan komitmen Rutan Negara dalam menanamkan nilai empati dan tanggung jawab sosial kepada warga binaannya.
Meskipun sedang menjalani masa hukuman, warga binaan di Rutan Negara secara aktif didorong untuk mengembangkan keterampilan dan kepedulian terhadap sesama. Program peternakan ayam petelur dan bebek menjadi salah satu kegiatan produktif yang membekali mereka dengan keahlian. Program ini tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga membentuk karakter dan etos kerja yang positif bagi warga binaan.
Advertisement
Advertisement
Pembinaan Kemandirian dan Nilai Kemanusiaan
Rutan Kelas IIB Negara secara konsisten menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan sosial kepada warga binaan, bahkan saat mereka menjalani hukuman. Pembinaan ini bertujuan untuk membentuk karakter yang lebih baik dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat. Melalui berbagai program keterampilan, warga binaan dibekali dengan kemampuan yang relevan untuk kehidupan pasca-pembebasan.
Salah satu program unggulan adalah peternakan ayam petelur dan bebek yang dikelola oleh kelompok kerja warga binaan. Kegiatan produktif ini tidak hanya berfungsi sebagai bekal keterampilan, tetapi juga melatih kemandirian di sektor ketahanan pangan. Program ini merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang berfokus pada pembinaan kemandirian.
I Gusti Agus Putra Mahendra menegaskan bahwa pembinaan kemandirian melalui kegiatan peternakan ini memiliki tujuan ganda. Selain menghasilkan produk pangan, program ini juga membentuk karakter warga binaan agar memiliki etos kerja, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Harapannya, empati yang terbangun melalui kegiatan seperti membantu korban bencana ini dapat terus berlanjut saat warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Nyata untuk Korban Bencana
Pada panen kali ini, Rutan Kelas IIB Negara berhasil mengumpulkan 380 butir telur ayam dan 96 butir telur bebek. Seluruh hasil panen ini akan disumbangkan bersama-sama dengan hasil dari rumah tahanan lainnya di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa warga binaan, meskipun dalam keterbatasan, tetap mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Sumbangan telur ini tidak hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga simbol dari semangat kemanusiaan dan solidaritas. Dengan memiliki empati terhadap sesama, terutama dalam menghadapi musibah, diharapkan warga binaan dapat melanjutkan kehidupan yang bermanfaat setelah bebas dari masa hukuman. Program pembinaan di Rutan Negara berupaya menciptakan individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Melalui kegiatan seperti ini, Kemenimipas, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, terus berupaya mengubah stigma negatif terhadap lembaga pemasyarakatan. Program pembinaan yang efektif tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial, sehingga warga binaan dapat menjadi agen perubahan positif di masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews