Wapres Ma'ruf Amin Imbau Guru Ngaji Ajarkan Islam Moderat

Jumat, 15 November 2019 17:37 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres Ma'ruf Amin Imbau Guru Ngaji Ajarkan Islam Moderat Wapres Maruf Amin. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan guru ngaji harus memberikan narasi-narasi kerukunan dan Islam moderat kepada jemaahnya. Pernyataan ini menyikapi dugaan keterlibatan seorang guru ngaji Rabbial Muslim Nasution dalam kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

"Kalau memang sumbernya dari guru ngaji, maka guru ngaji ini harus menjadi perhatian kita untuk dalam rangka tentu deradikalisasi," kata Ma'ruf di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jumat (15/11).

Dia tidak ingin ada guru ngaji yang malah mengajarkan tentang radikalisme. "Pada bahwa guru ngaji ini harus mengajarkan ajaran-ajaran yang moderat, ajaran yang wasatiyah," kata Ma'ruf.

1 dari 1 halaman

Belum Perlu Sertifikat Guru Ngaji

Ma'ruf menyebut pemerintah belum perlu mengeluarkan kewajiban sertifikat khusus bagi guru ngaji. Menurutnya, pencegahan paham radikal tidak bisa sekadar memberikan sertifikasi, namun perlu ada langkah deradikalisasi.

"Apakah perlu sertifikasi guru ngaji? Saya kira belum kita memikirkan pentingnya sertifikasi guru ngaji itu ya," kata Maruf.

Sebelumnya kepolisian saat ini tengah memburu guru ngaji pelaku bom bunuh diri, yang dilakukannya di polrestabes Medan. Pelaku berinisial RMN berusia 24 tahun ini diduga terpapar radikal dari sang istri dan guru ngaji di sekitar rumahnya. [ray]

Baca juga:
JK Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
Pegawai BUMN Terlibat Terorisme, DPR Minta Khutbah di Masjid BUMN Diperhatikan
Pasca-Bom di Medan, Polresta Surakarta Ajak Ojek Online Lawan Radikalisme
Diduga Terkait Bom di Polrestabes Medan, Polisi Amankan Perempuan di Binjai
Rumah Guru Ngaji Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Kembali Digeledah

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini