Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, memberikan apresiasi tinggi. Beliau mengapresiasi dedikasi para kader BKKBN di lapangan yang terus membantu korban banjir di Sumatera.
Kader BKKBN Banjir Sumatera tetap menjalankan tugasnya dengan optimal, bahkan di tengah kondisi bencana yang melanda. Apresiasi ini disampaikan usai acara "Run to Hero" di Jakarta pada Minggu, 30 November.
Mereka tetap mendistribusikan bantuan penting, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Kinerja luar biasa ini menunjukkan semangat pengabdian tanpa pamrih.
Advertisement
Advertisement
Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyoroti semangat para kader BKKBN yang tak kenal lelah. Mereka tetap menerjang hujan dan badai demi memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak.
Kinerja para Kader BKKBN Banjir Sumatera ini sangat patut dicontoh dan diapresiasi. Meskipun dalam kondisi sulit, mereka tetap mengabdi dan menjalankan tugas kemanusiaan.
Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung ke rumah-rumah menjadi bukti nyata komitmen mereka. Ini sangat penting untuk menjaga kesehatan kelompok rentan di tengah krisis.
Advertisement
Wamen Isyana menegaskan bahwa para kader adalah pahlawan sejati yang bekerja tanpa pamrih. Mereka menunjukkan bagaimana pengabdian dapat tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan.
Advertisement
Selain memberikan apresiasi, Wamen Isyana juga menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban yang terdampak banjir. Beliau berharap bantuan dari pemerintah segera dapat diterima oleh para pengungsi.
Pemerintah terus berupaya membuka akses dan menyalurkan bantuan ke daerah-daerah terdampak. Berbagai moda transportasi, termasuk helikopter, digunakan untuk dropping bantuan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data korban jiwa yang signifikan. Hingga Jumat, 28 November, 116 korban meninggal dunia di Sumatera Utara, dengan 42 orang masih dalam pencarian.
Advertisement
Sumatera Utara menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak dibandingkan Aceh dan Sumatera Barat. Rincian korban meninggal tersebar di beberapa wilayah, menunjukkan luasnya dampak bencana:
Selain kebutuhan dasar, BNPB juga fokus pada pemulihan akses komunikasi. Unit satelit internet Starlink didistribusikan ke Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan.
Langkah ini penting agar koordinasi penanganan tanggap darurat dapat berjalan optimal di seluruh wilayah terdampak. BNPB memastikan seluruh dukungan logistik, peralatan, serta kebutuhan permakanan terus dikirimkan. Pengiriman dilakukan melalui berbagai moda, baik darat, laut, maupun udara, mengikuti kondisi lapangan yang masih dinamis demi menjangkau setiap korban yang membutuhkan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews