Wali Kota Sukabumi Pastikan Warganya Belum Ada yang Positif Corona

Selasa, 31 Maret 2020 19:11 Reporter : Aksara Bebey
Wali Kota Sukabumi Pastikan Warganya Belum Ada yang Positif Corona Ilustrasi virus. ©2012 Shutterstock/Sebastian Kaulitzki

Merdeka.com - Pemerintahan Kota (Pemkot) Sukabumi hanya menerima 60 test kit dari Pemprov Jabar dalam rangka rapid test tahap awal mencegah sebaran virus corona atau Covid-19. Dari semua test kit yang dilakukan pada warga, hasilnya negatif.

"Kita dapatkan bantuan dari Pak Gubernur itu 60. Alhamdulillah semuanya negatif untuk wilayah kota Sukabumi," kata Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Selasa (31/3). Dia juga menyebut Pemkot Sukabumi kembali mendapat bantuan 2.000 test kit.

Kemarin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menyebut tahap awal rapid test dilakukan terhadap 22.000 warga. Hasilnya, 300 orang dinyatakan positif Covid-19.

Dari jumlah itu, kata Ridwan Kamil, urutan teratas kasus positif virus Corona adalah Kota Sukabumi, disusul Bekasi dan Depok. Dia sampai menyebut Sukabumi menjadi klaster baru untuk virus itu.

Achmad Fahmi tidak bisa berkomentar lebih jauh soal pernyataan Ridwan Kamil sebelumnya.

"Mungkin yang dimaksud oleh Pak Gubernur adalah ada satu institusi yang berada di salah satu kecamatan yang saat ini sedang melakukan proses rapid test dan itu kita menunggu dan tentunya kami Pemkot Sukabumi akan berkoordinasi dengan institusi tersebut," kata dia.

Dia mengaku belum menerima laporan jika ada pihak-pihak lain yang juga melakukan rapid test di Sukabumi. Jika sudah memegang data resminya, dia berjanji segera menyampaikan.

1 dari 2 halaman

Fokus Selesaikan 2.000 Test Kit

Saat ini, katanya, Pemkot Sukabumi fokus rapid tes tahap dua setelah menerima 2.000 test kit.

"Itu untuk warga Kota Sukabumi termasuk yang paling penting untuk para tenaga medis, dokter, perawat, dan yang pernah bersentuhan dengan PDP (pasien dalam pengawasan)," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, tujuh siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19). Hasil itu diketahui setelah mereka menjalani rapid test saat mengikuti pendidikan sebagai calon perwira di Sekolah Pembentukan Perwira Setukpa Lembaga Pendidikan Polri (Setukpa Lemdikpol) Sukabumi, Jawa Barat.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan terkait tujuh siswa yang sedang menjalani pendidikan sebagai calon perwira polisi positif Covid-19.

"Benar bahwa terdapat 7 anggota polisi yang berstatus siswa di Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Sukabumi, Jawa Barat," kata Argo dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (31/3).

Kini, tujuh siswa tersebut sedang berada di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mendapatkan penanganan oleh petugas medis secara intensif.

2 dari 2 halaman

Penjelasan Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut adanya klaster baru dalam penyebaran virus corona (Covid-19). Yakni di Kota Sukabumi. Temuan ini berdasarkan kajian sementara dari hasil rapid test yang sudah dilakukan pekan lalu.

Total pemeriksaan dengan sistem rapid test itu dilakukan terhadap 22.000 warga di Jawa Barat. Dilakukan secara door to door dan drive thru. Hasilnya, ada 300 orang yang dinyatakan positif terpapar virus corona.

Dia tidak merinci jumlahnya. Namun dari jumlah itu, urutan yang paling banyak ternyata berada di Kota Sukabumi, disusul Bekasi dan Depok.

"Paling besar di Kata Sukabumi terjadi hasil tes yang paling besar, lalu bekasi dan Depok. Sukabumi sudah diperintahkan untuk melakukan tindakan-tindakan (penanggulangan dan pencegahan)," kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (30/3).

"Hasil rapid test, menemukan klaster baru di Sukabumi," tambahnya.

Meski demikian, 300 orang yang hasilnya positif terpapar virus corona tersebut belum akan diserahkan datanya kepada pemerintah pusat. Pihaknya masih akan melakukan tes kembali kepada mereka dengan pola real time polymerase chain reaction (RT-PCR) atau swab test.

"Mereka akan dites kedua menggunakan PCR atau Swab. Jadi, belum bisa dijadikan laporan ke pemerintah pusat," terangnya.

"Saya belum bisa memberikan data (angka secara detil). Karena baru akan disampaikan secara resmi kalau sudah ada test PCR. setelah itu kami akan sampaikan secara detil demografi (peta persebaran dan lain-lain)," lanjutnya. [lia]

Baca juga:
Mengenal Darurat Sipil, Rencana Kebijakan Baru Jokowi Hadapi COVID-19
Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkab Jember Gelar Seremoni Pembukaan Jalan Nasional
Cegah Penularan Covid-19, BTN Transfer Langsung Uang Pensiun ke Rekening Nasabah
Selama Tanggap Darurat, Pemda DIY Akan Beri Bantuan Sembako untuk 10.000 KK Miskin
Satu Perawat di Sumsel Terinfeksi Virus Corona
PLN Dukung Pemerintah Gratiskan Listrik untuk 24 Juta Pelanggan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini