Wakil Bupati Kabupaten Tana Toraja: Isu SARA yang dituduhkan ke Aziz tidak adil
Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Aziz Qahhar Mudzakkar kerap kali diterpa isu SARA di Tana Toraja. Sebagai tokoh religius, dia sering diisukan punya sentimen dan agenda khusus untuk masyarakat setempat yang mayoritas berkeyakinan berbeda dengannya. Isu ini bahkan digiring hingga menyebut ayah Aziz yang merupakan tokoh pejuang Luwu, Qahhar Mudzakkar.
Menanggapi itu, Wakil Bupati Kabupaten Tana Toraja, Victor Datuan Batara menegaskan jika kabar yang melibatkan sentimen agama ke generasi Qahhar Mudzakkar merupakan perkara yang tidak adil.
"Saya pikir ada isu SARA yang dituduhkan ke Aziz Qahhar itu rasanya tidak adil. Kalau ada isu tentang Qahhar Mudzakkar, bagaimanapun saat itu Aziz belum lahir dan isu itu tidak bisa dibuktikan," tegasnya, Sabtu (7/4).
Selain itu, Victor Datuan juga meyakini jika kabar yang menerpa Qahhar Mudzakkar tersebut belum memiliki fakta autentik sehingga masyarakat khususnya Toraja dan Toraja Utara diminta tidak mudah terpancing.
"Jadi teman-teman yang masih angkat isu itu, saya selalu katakan rasanya sangat tidak adil. Artinya tidak adil melihat masa lalu seseorang yang bahkan orang tersebut tidak terlibat langsung. Lebih baik kita menelisik kembali, apa hal baik yang telah orang itu lakukan kepada kita," tambahnya.
Victor Datuan menegaskan, masyarakat Toraja harus melihat karya Aziz Qahhar saat masih di duduk di kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di mana pasangan Nurdin Halid tersebut berupaya mewujudkan pemekaran Toraja utara.
"Sebagian anggota DPD yang warga Toraja saja malah tidak setuju, tapi Aziz Qahhar justru pasang badan. Dan hasilnya toraja dimekarkan. Terbukti, ini semua untuk kemakmuran masyarakat Toraja," bebernya.
Selain terang-terangan melawan isu SARA yang dilayangkan kepada Aziz Qahhar, Victor juga meyakini jika perkembangan survei NH-Aziz di Toraja yang saat ini masih rendah dikarenakan tim survei tidak melaporkan hasil yang sesungguhnya.
"Soal survei di sini beberapa pemilihan lalu tidak ada yang benar. Semua terbalik dengan fakta yang ada. Pengalaman saya 2 kali ikuti pilkada di Toraja survei tidak ada yang benar. Tapi tim pemenangan kami tetap bekerja secara maksimal. Ibarat mobil, kami sudah masuk gigi 4," tutupnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya