Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie terus menggalakkan penguatan budaya membaca Al Quran di wilayahnya. Upaya ini mencakup lingkungan pemerintah provinsi sebagai bagian integral dari pembangunan karakter aparatur. Langkah ini ditekankan setelah peringatan Nuzul Quran 1447 Hijriah baru-baru ini.
Inisiatif ini bertujuan menjadikan Al Quran sebagai landasan moral yang kuat dalam mewujudkan pemerintahan bersih dan melayani masyarakat. Idah Syahidah mendorong instansi pemerintah untuk aktif melaksanakan kegiatan yang mendukung tujuan mulia tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Gorontalo.
Peringatan Nuzul Quran tidak hanya dimaknai sebagai seremonial belaka, melainkan momentum penting bagi aparatur. Mereka diingatkan untuk memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Program ini telah dicanangkan Gubernur sebulan lalu dan mulai diterapkan di berbagai kantor.
Advertisement
Advertisement
Idah Syahidah menegaskan bahwa peringatan Nuzul Quran adalah pengingat vital bagi seluruh aparatur pemerintah. Penting untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mendalami makna serta mengamalkan ajaran Al Quran. Nilai-nilai suci ini diharapkan menjadi panduan dalam setiap tindakan dan kebijakan.
Pengamalan nilai-nilai Al Quran sangat krusial, tidak hanya untuk kehidupan pribadi setiap individu. Lebih jauh, hal ini esensial dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah yang mengemban amanah melayani masyarakat. Kehadiran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menunjukkan komitmen bersama.
“Hikmah dari peringatan ini mengingatkan kita untuk tidak hanya membaca Al Quran, tetapi juga memahami maknanya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Idah. Ia juga mengajak para orang tua memberikan teladan kepada anak-anak. Menanamkan kecintaan terhadap Al Quran sejak dini menjadi investasi moral jangka panjang.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mencanangkan program budaya membaca Al Quran di lingkungan instansi pemerintah. Program ini merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai religius dalam budaya kerja aparatur. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang lebih agamis dan berintegritas.
“Sebulan lalu Pak Gubernur telah mencanangkan program wajib membaca Al Quran di setiap instansi dan kantor di Provinsi Gorontalo,” kata Idah. Ia menambahkan bahwa program ini sudah mulai diterapkan. Beberapa dinas bahkan melaksanakannya setiap pagi sebelum memulai pekerjaan selama bulan Ramadhan.
Idah Syahidah berharap kebiasaan membaca Al Quran ini tidak hanya berlangsung selama bulan Ramadhan. Penting agar rutinitas positif ini terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari aparatur pemerintah. Konsistensi dalam pengamalan nilai-nilai agama akan memperkuat karakter bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews