Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah baru-baru ini menyalurkan bantuan tanggap darurat ke wilayah Takengon, Aceh Tengah. Distribusi bantuan ini dilakukan menggunakan helikopter TNI pada Minggu (30/11) untuk menjangkau daerah terisolasi.
Langkah ini diambil setelah kawasan tersebut terisolasi total selama lima hari akibat bencana banjir dan tanah longsor. Akses jalan darat terputus karena jembatan rusak dan jalur transportasi tertimbun material longsor.
Kehadiran langsung Wagub Fadhlullah bertujuan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan efektif. Ia ingin melihat kondisi warga secara langsung dan mendengar keluhan mereka di tengah keterbatasan.
Advertisement
Advertisement
Bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan Takengon, Aceh Tengah, terisolasi total selama lima hari terakhir. Jembatan yang putus dan longsoran tanah yang menutupi jalur utama membuat akses darat menjadi mustahil. Situasi ini menghambat penyaluran bantuan esensial kepada masyarakat terdampak.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan Aceh Tengah menghadapi bencana ini sendirian. Ia memilih jalur udara menggunakan helikopter untuk menembus isolasi tersebut. Kehadiran langsungnya menunjukkan keseriusan pemerintah dalam penanganan bencana.
“Sudah lima hari Aceh Tengah terisolasi total. Akses jalan darat tak dapat ditembus karena jembatan putus dan longsor menutup jalur bantuan,” ujar Fadhlullah. Ia menambahkan bahwa upaya ini dilakukan agar bisa hadir di tengah masyarakat yang sedang berjuang.
Advertisement
Setibanya di Lapangan Musara Alun, Kota Takengon, Wagub Fadhlullah langsung berinteraksi dengan warga. Ia mendengarkan keluhan dan memastikan logistik bantuan darurat akan segera didistribusikan secara bertahap. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah Aceh untuk meringankan beban warga.
Advertisement
Bantuan yang dibawa melalui helikopter TNI ini sangat krusial bagi warga di daerah terisolasi. Logistik tersebut akan didistribusikan ke beberapa titik yang masih sulit dijangkau akibat terputusnya infrastruktur. Proses distribusi bantuan darurat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya ingin melihat dengan mata saya sendiri bagaimana keadaan saudara-saudara kita bertahan dalam keterbatasan,” kata Fadhlullah. Ia menekankan pentingnya mendengar keluhan langsung dari warga, bukan hanya dari laporan. Hal ini menunjukkan pendekatan empati dalam penanganan bencana di Aceh.
Kehadiran Wakil Gubernur juga merupakan bentuk dukungan moral bagi masyarakat terdampak. Ia menyampaikan doa dan harapan agar seluruh proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan dapat berlangsung lancar. Pemerintah Aceh terus berupaya maksimal dalam menghadapi situasi darurat ini.
Advertisement
Warga yang telah memadati lapangan Musara Alun menyambut kedatangan rombongan Wakil Gubernur dengan antusias. Mereka berharap bantuan yang tiba dapat segera meringankan beban hidup mereka. Penyaluran bantuan melalui jalur udara menjadi solusi vital di tengah keterbatasan akses darat.
Sumber: AntaraNews