Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati, mengapresiasi langkah inovatif dalam dunia pendidikan di wilayahnya. Pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak ketiga menjadi solusi cerdas di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah yang sedang berlangsung.
Inisiatif ini terwujud di SDN 4 Ketapang, Sampit, di mana Bank Kalteng menyalurkan dukungan penuh untuk pembangunan sarana prasarana. Bantuan ini mencakup pembangunan Rumah Produksi dan Galeri Sekolah, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kemandirian siswa.
Menurut Irawati, proyek ini menandai momen bersejarah bagi pendidikan di Kotim, menjadi yang pertama didanai sepenuhnya melalui skema CSR dari Bank Kalteng. Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat adanya pemangkasan anggaran pendidikan hingga Rp90 miliar.
Advertisement
Advertisement
Solusi Efisiensi Anggaran melalui Pemanfaatan CSR Pendidikan
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah, Wakil Bupati Kotim Irawati menegaskan bahwa pemanfaatan CSR merupakan strategi yang sangat tepat. Kebijakan efisiensi anggaran telah berdampak pada pemangkasan dana pendidikan, sehingga inovasi dalam mencari mitra menjadi krusial.
Pembangunan sarana prasarana di SDN 4 Ketapang yang didanai penuh oleh Bank Kalteng melalui program tanggung jawab sosial perusahaan adalah bukti nyata dari solusi ini. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dapat mengatasi tantangan finansial.
Irawati menyoroti bahwa efisiensi anggaran telah memangkas dana pendidikan hingga Rp90 miliar. Namun, berkat inovasi guru dalam mencari mitra, proyek pembangunan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat signifikan bagi siswa.
Advertisement
Advertisement
Dorong Kewirausahaan dan Kemandirian Siswa Sejak Dini
Fasilitas baru di SDN 4 Ketapang tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan. Melalui Rumah Produksi dan Galeri Sekolah, siswa diajarkan untuk berwirausaha sedini mungkin, melengkapi kurikulum pendidikan yang mereka terima di kelas.
Tujuan utama dari pendekatan ini adalah untuk mempersiapkan siswa agar memiliki bekal kemandirian di masa depan. Dengan pengalaman praktis dalam berwirausaha, diharapkan mereka dapat mengembangkan potensi diri dan menjadi individu yang produktif.
Selain itu, program inovasi Si Gembung (Siswa Gemar Menabung) hasil kerja sama dengan Bank Kalteng juga disambut positif. Program ini tidak sekadar mengajarkan kebiasaan menabung, tetapi juga dirancang untuk menjamin keberlanjutan pendidikan siswa hingga jenjang yang lebih tinggi.
Advertisement
Wakil Bupati Irawati menjelaskan pentingnya program menabung ini untuk mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan biaya. Dengan menabung sejak kelas 1 SD hingga usia 17 tahun, dana pendidikan diharapkan sudah siap saat mereka ingin melanjutkan sekolah.
Advertisement
Komitmen Bank Kalteng untuk Pendidikan Kotim
Pimpinan Bank Kalteng Cabang Sampit, Sigit Purnama Aji, menyatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah daerah. Inisiatif ini juga merupakan wujud konkret dari Program Bank Kalteng Peduli, yang berfokus pada tanggung jawab sosial perusahaan.
Sigit Purnama Aji berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik oleh pihak sekolah dan siswa. Perawatan yang optimal akan memastikan bahwa anak-anak dapat terus belajar mandiri dan mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka.
Meskipun demikian, Sigit menekankan bahwa tugas utama siswa sebagai pelajar tidak boleh dilupakan. Program ini dirancang untuk melengkapi dan memperkaya pengalaman belajar mereka, bukan menggantikan fokus pada pendidikan akademis.
Advertisement
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan Bank Kalteng ini menjadi contoh sinergi yang efektif. Pemanfaatan CSR Pendidikan tidak hanya mengatasi masalah anggaran, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih holistik dan berorientasi masa depan bagi generasi muda Kotim.
Sumber: AntaraNews