Viral Wanita di Palembang Trauma hingga Kesurupan usai Dimarahi Lurah saat Urus Administrasi

Seorang wanita, NG (45) trauma berat dan kesurupan diduga akibat dimarahi lurah saat mengurus administrasi.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Viral Wanita di Palembang Trauma hingga Kesurupan usai Dimarahi Lurah saat Urus Administrasi
5 Signs That Shows You Are Having A Serious Trauma (© 2025 Trstdly.com)

Seorang wanita, NG (45) trauma berat dan kesurupan diduga akibat dimarahi lurah saat mengurus administrasi. Kejadian itu menjadi sorotan publik setelah beredar video kondisi NG yang cukup memprihatinkan.

Peristiwa itu terjadi saat NG mengurus administrasi sebagai syarat mengikuti program beda rumah dari Baznas di Kantor Lurah Kemas Rindo, Kertapati, Palembang, Kamis (6/3). Kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun usai menemui lurah.

Dalam video yang beredar, wanita itu dalam keadaan kesurupan dan keluarganya berusaha menyadarkan. Terdengar suara ibu yang merekam video menyebut wanita ini ketakutan akibat dimarahi Lurah Kemas Rindo Kertapati.

Tokoh masyarakat setempat Edi menyebut NG sudah tiga berturut-turut meminta tanda tangan lurah dalam pengurusan surat keterangan tak mampu sebagai syarat mengajukan program bedah rumah. Dia bolak-balik mengurusnya, namun belum membuahkan hasil.

"Sudah tiga hari minta tandatangan pak lurah tidak diberikan, sudah ke Baznas juga tidak bisa kalau tidak ada surat keterangan tidak mampu dari lurah," ungkap Edi, Senin (10/3).

Dari pengakuannya, NG dimarahi lurah yang membuatnya ketakutan, kesurupan hingga pingsan. Beberapa hari lalu, anggota DPRD Palembang datang berkunjung untuk klarifikasi.

"Kita tunggu tindaklanjut dari permasalahan ini," kata Edi.

Lurah Kemas Rindo, Suhaimi membantah telah mempersulit hingga memarahi warganya tersebut. Saat itu, NG datang untuk mengurus surat pernyataan sengketa tanah dan surat hibah tanah.

"Saya hanya bertanya dan memberi pengertian sekaligus minta hadirkan saksi dan Ketua RT. Kita hanya tidak ingin ada masalah di kemudian hari," kata Suhaimi.

Suhaimi menyebut permasalahan ini hanya kesalahpahaman. Dia menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas insiden yang viral di media sosial.

"Ini hanya kesalahpahaman, terlebih di bulan puasa, kami mohon maaf. Kami juga sudah bertemu keluarga dan sepakat saling memaafkan dan tidak meluas," kata Suhaimi.

Rekomendasi