Advertisement
Advertisement
Video itu dilakukan saat mereka makan di sebuah restoran cepat saji yang masuk daftar boikot imbas serangan Israel ke Palestina.
Budi menyebut bahwa para remaja itu awalnya hanya niat bercanda membuat video tersebut dan kini mereka sudah menyesali perbuatannya.
Buntut kejadian tersebut, para siswa yang ada dalam video saat ini tengah menjalani hukuman berupa akors selama satu minggu. Mereka juga lakukan pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan.