Usai kehilangan Rp 1,2 M, kantor PDAM Makassar kebakaran pagi tadi

Usai kehilangan Rp 1,2 M, kantor PDAM Makassar kebakaran pagi tadi. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar ini, tidak mau berspekulasi soal kemungkinan ada hubungan antara hilangnya uang tunai Rp 1,2 miliar di ruang bendahara itu dengan kejadian kebakaran di antaranya yang terbakar itu adalah kamera CCTV dan komputer.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Usai kehilangan Rp 1,2 M, kantor PDAM Makassar kebakaran pagi tadi
Ilustrasi Rumah Kebakaran. ©2015 Merdeka.com

Setelah kecurian brangkas isi Rp 1,2 miliar, kantor PDAM Makassar kini dilalap api dengan kerugian ditaksir Rp 150 juta.Baru beberapa hari lalu, kantor PDAM Makassar di jl Ratulangi dibobol maling yang berhasil membawa kabur uang tunai Rp 1,2 miliar setelah merusak lemari berangkas besi di ruang bendahara. Kini terjadi musibah lagi di kantor yang dipimpin Haris Yasin Limpo selaku dirutnya itu. Minggu pagi tadi, (30/7), sekira pukul 05.30 wita api melalap ruangan di salah satu gedung yang bersebelahan dengan gedung tempat ruangan bendahara yang dibobol maling itu.Hanya satu ruangan yang terbakar, api cepat dipadamkan karena kebetulan bersebelahan dengan kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. Ruangan yang terbakar itu adalah kantor pengawasan internal PDAM Makassar.Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan yang dikonfirmasi mengaku baru menerima laporan dari anak buahnya. Awalnya dipikir yang terbakar itu adalah ruangan yang sementara ini dalam pemeriksaan kasus raibnya uang senilai Rp 1,2 miliar itu, tapi ternyata yang terbakar itu adalah ruangan di gedung sebelah."Yang terbakar itu antara lain 3 unit AC, 4 unit komputer, 1 kamera CCTV, 1 unit TV ukuran 23 inch, paket kursi dan sofa. Banyak juga dokumen yang terbakar termasuk yang ada di dalam lemari-lemari berangkas. Nilai kerugian ditaksir Rp 150 juta jika diserta bangunan yang rusak," kata AKBP Anwar Hasan.Kasat Reskrim Polrestabes Makassar ini, tidak mau berspekulasi soal kemungkinan ada hubungan antara hilangnya uang tunai Rp 1,2 miliar di ruang bendahara itu dengan kejadian kebakaran di antaranya yang terbakar itu adalah kamera CCTV dan komputer sebagai bentuk cara menghilangkan jejak."Semua masih pendalaman, kita tunggu saja hasilnya seperti apa," tutur AKBP Anwar Hasan seraya menambahkan, khusus kasus raibnya uang seniali Rp 1,2 miliar itu, pihaknya telah memeriksa sejumlah sekuriti di kantor itu, demikian juga dengan bendaharanya.

Rekomendasi