UKP-PIP dinilai tak sejalan dengan semangat efisiensi pemerintah
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon akan menanyakan target dari Unit Kerja Presiden Untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) yang baru dibentuk pemerintah. Menurutnya, konsep UKP-PIP tak ada bedanya dengan Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) yang pernah dibentuk di era Presiden Soeharto.
"Saya lihat itu memang hak dari presiden untuk bentuk itu. Sebenernya bukan hal yang baru ya. Di masa lalu juga udah pernah ada BP7, ada P4 dan lain sebagainya. Jadi target apa yang diharapkan pemerintah nanti akan kita tanyakan," katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6).
Fadli beranggapan pembentukan UKP-PIP tidak sesuai dengan semangat pemerintah untuk merampingkan badan-badan yang dinilai kurang efektif.
"Kan semangat dari pemerintah itu tidak mau terlalu banyak badan atau dewan yang kinerjanya kurang efektif atau enggak jelas. Nanti output-nya kemana kita lihat lah," tandasnya.
Presiden Joko Widodo juga melantik sembilan Dewan Pengarah UKP-PIP, salah satu Megawati Soekarnoputri. Fadli menilai masuknya nama Megawati karena Jokowi ingin mengutamakan ketua umumnya di PDIP.
"Ya tentu preferensi dari presiden jokowi sebagai kader PDIP mungkin mengutamakan ketua umumnya. Itu biasa aja saya lihat. Meskipun tadi apakah dewan ini bisa bekerja sesuai harapan atau tidak, apakah hanya berwacana saja," pungkasnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Megawati Soekarnoputri dan delapan tokoh lainnya sebagai Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Jokowi juga melantik Yudi Latief sebagai Ketua UKP-PIP.
Pelantikan yang digelar di Istana Negara tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 31/M/2017 tentang pengangkatan pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.
Selain Megawati, Dewan Pengarah dijabat oleh Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Muhammad Mahfud MD, Ahmad Syafi'i Ma'arif, Ma'ruf Amin, Said Aqil Siradj, Andreas Anangguru Yewangoe, Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, dan Sudhamek. Sementara Ketua UKP-PIP yaitu Yudi Latief yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia). (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya