Grup musik legendaris Bangkutaman baru saja merilis single terbaru mereka yang berjudul "Mencari". Rilis ini menjadi sorotan utama setelah band asal Yogyakarta tersebut berkarya selama lebih dari dua dekade di industri musik nasional. Single ini menandai sebuah momen penting dalam perjalanan artistik mereka, sekaligus menjadi undangan bagi para pendengar.
Lagu "Mencari" merupakan sebuah refleksi mendalam atas perjalanan panjang Bangkutaman untuk menemukan kembali identitas musikal mereka di tengah waktu dan perubahan. Dengan nuansa psikedelik rock yang lembut, melankolis, dan jujur, lagu ini mengajak pendengar untuk ikut serta dalam pencarian makna hidup. Ini adalah undangan terbuka untuk menjelajahi siapa Bangkutaman hari ini, baik bagi penggemar lama maupun pendengar baru.
Melalui siaran pers yang diterima di Makassar, vokalis sekaligus penulis lagu, Wahyu ‘Acum’ Nugroho, mengungkapkan esensi di balik karya ini. Ia menjelaskan bahwa lagu tersebut adalah titik temu antara masa lalu dan masa kini band, sebuah jembatan yang menghubungkan dua era. Single ini diharapkan dapat menjembatani pendengar lama dan baru, mengajak mereka merenungkan makna pencarian.
Advertisement
Advertisement
Wahyu ‘Acum’ Nugroho, vokalis Bangkutaman, menjelaskan filosofi mendalam di balik lagu "Mencari". Ia menyatakan bahwa lagu ini merepresentasikan pencarian universal manusia akan arah dan arti dalam hidup, serta tempat di mana hati bisa menemukan ketenangan. "Dalam hidup, kita semua selalu mencari arah, mencari arti, mencari tempat di mana hati bisa tenang. Kadang yang kita cari butuh waktu untuk ditemukan, kadang justru datang tanpa kita sadari," ungkap Wahyu, menekankan sifat alami dari proses pencarian ini.
Lebih dari sekadar sebuah komposisi musik, "Mencari" juga menjadi simbol pencarian Bangkutaman atas jati diri musikal mereka sendiri. Setelah lebih dari 20 tahun berkarya dan menghadapi berbagai perubahan, band ini terus beradaptasi dan berkembang dalam lanskap musik Indonesia. Single ini menjadi jembatan yang menghubungkan identitas lama mereka dengan eksplorasi musikal yang baru dan lebih matang.
Menariknya, lagu ini pertama kali muncul dalam kompilasi Synchronize Session Two (2009) yang dirilis oleh Demajors, namun hanya dalam format CD. Kini, setelah lebih dari satu dekade, Bangkutaman menghadirkan kembali "Mencari" dengan makna yang lebih relevan dan mendalam. Ini menunjukkan bagaimana sebuah karya seni dapat tumbuh, berevolusi, dan tetap relevan seiring berjalannya waktu, menawarkan perspektif baru bagi pendengar.
Advertisement
Advertisement
Bangkutaman, yang telah aktif sejak tahun 1999 di Yogyakarta, telah mengalami berbagai fase signifikan dalam perjalanan karir musik mereka. Salah satu momen penting terjadi pada tahun 2010, ketika seluruh personel band memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Setelah kepindahan tersebut, mereka merilis album "Ode Buat Kota", sebuah karya yang kemudian dinobatkan sebagai Album Terbaik 2010 versi majalah Rolling Stone Indonesia, mengukuhkan posisi mereka di kancah musik nasional.
Formasi Bangkutaman saat ini terdiri dari Wahyu “Acum” Nugroho yang memegang peran Gitar dan Vokal, Madava Nanda pada Bass dan Keyboard, serta Christo Putra di posisi Drum. Komposisi personel ini membawa dinamika baru dan energi segar dalam eksplorasi musik mereka. Mereka terus berupaya menciptakan karya yang tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman tetapi juga jujur terhadap identitas artistik mereka.
Peluncuran single "Mencari" ini juga merupakan pembuka jalan menuju proyek besar Bangkutaman selanjutnya. Band ini berencana untuk merilis sebuah video dokumenter yang akan mengupas perjalanan mereka, serta album berjudul "Arsip Rekaman". Proyek ambisius ini akan merangkum berbagai karya mereka dari periode 2005 hingga 2020, termasuk materi-materi yang sebelumnya belum pernah dirilis secara digital. Ini menunjukkan komitmen kuat mereka terhadap warisan musik dan penggemar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews