Sebuah insiden kecelakaan laut menimpa kapal penangkap ikan KM Mekar Jaya 08 Sibolang di Perairan Mandalika, Jepara. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam pada Sabtu (6/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Beruntung, seluruh 23 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar 30 mil arah timur Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jepara, Arwin Noor, insiden ini disebabkan oleh gelombang tinggi yang menerjang perairan tersebut. Selain itu, kerusakan pada bagian buritan kapal juga menjadi faktor pemicu tenggelamnya kapal.
Kapal yang diketahui berangkat dari Pelabuhan Rembang pada Jumat (5/9) pagi untuk mencari ikan ini, mengalami kerusakan sehari setelahnya. Proses penyelamatan heroik dilakukan oleh tiga nelayan Karimunjawa yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Mereka sigap memberikan pertolongan kepada para ABK yang berjuang menyelamatkan diri.
Advertisement
Advertisement
Kapal penangkap ikan KM Mekar Jaya 08 Sibolang, yang merupakan jenis mini korsin, memulai pelayarannya dari Pelabuhan Rembang pada Jumat (5/9) pagi. Tujuan mereka adalah mencari ikan di perairan lepas. Namun, nasib berkata lain ketika kapal ini mencapai Perairan Karimunjawa – Mandalika Jepara.
Pada Sabtu (6/9) sekitar pukul 11.00 WIB, kapal tersebut diterjang gelombang tinggi. Kondisi cuaca ekstrem ini diperparah dengan kerusakan yang terjadi pada bagian buritan kapal. Akibatnya, kapal mulai mengalami masalah serius dan tidak dapat dikendalikan.
Camat Karimunjawa, Mu’adz, membenarkan bahwa setelah kerusakan pada buritan, kapal hanya bertahan sekitar 15 menit sebelum akhirnya tenggelam sepenuhnya. Para ABK yang berjumlah 23 orang berupaya menyelamatkan diri dengan peralatan seadanya. Mereka berjuang di tengah laut yang bergejolak, berharap ada pertolongan datang.
Advertisement
Advertisement
Di tengah keputusasaan para ABK, tiga nelayan asal Karimunjawa secara tidak sengaja melintas di sekitar lokasi kejadian. Mereka adalah Sukohadi (46), Saidi (32), dan Mulyono (46), yang saat itu juga sedang mencari ikan. Ketiganya dengan sigap melihat peristiwa tenggelamnya kapal dan upaya penyelamatan diri para ABK.
Tanpa ragu, ketiga nelayan tersebut segera mendekat dan memberikan pertolongan. Mereka menaikkan seluruh korban ke kapal mereka. Aksi cepat tanggap ini menjadi kunci keberhasilan penyelamatan seluruh ABK dari bahaya laut.
Para korban kemudian dibawa menuju Karimunjawa menggunakan kapal nelayan penolong. Rombongan tiba di Karimunjawa sekitar pukul 13.30 WIB. Setibanya di darat, mereka sementara diistirahatkan di rumah Aziz Faturohman, Ketua RT 02 RW 01 Desa Karimunjawa, untuk memulihkan kondisi.
Advertisement
Advertisement
Nakhoda sekaligus pemilik kapal, Edi Susanto (34), warga Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, juga termasuk di antara 23 ABK yang berhasil diselamatkan. "Hingga saat ini, seluruh korban dalam kondisi selamat dan masih berada di Desa Karimunjawa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," ujar Arwin Noor dari BPBD Jepara.
Penyebab utama insiden Kapal Tenggelam ini adalah kombinasi antara gelombang tinggi yang ekstrem di Perairan Karimunjawa – Mandalika Jepara dan kerusakan struktural pada buritan kapal. Kondisi ini membuat kapal tidak mampu menahan tekanan dan akhirnya karam.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrem di laut. Berkat kesigapan nelayan lokal dan koordinasi yang baik, musibah ini tidak menelan korban jiwa, meskipun kerugian materiil tidak dapat dihindari.
Advertisement
Sumber: AntaraNews