Trivia Gizi: 500 Pelajar Jakbar Antusias Ikuti Program Gemarikan, Dorong Konsumsi Ikan Sejak Dini
Ratusan pelajar di Jakarta Barat diajak gemar makan ikan melalui Program Gemarikan oleh Suku Dinas KPKP Jakbar. Kegiatan ini dorong gizi dan pertumbuhan, bikin penasaran!
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat baru-baru ini menggelar inisiatif penting untuk meningkatkan kesadaran gizi di kalangan generasi muda. Sebanyak 500 pelajar dari berbagai sekolah dasar di wilayah tersebut diundang untuk berpartisipasi dalam Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Acara yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Sabtu lalu, bertujuan untuk menanamkan kebiasaan makan ikan sejak dini. Kegiatan ini juga diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Rabies Dunia atau 'World Rabies Day' 2025, menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang menarik.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Novy C Palit, menjelaskan bahwa sosialisasi ini sangat vital untuk gizi dan pertumbuhan anak-anak. Melalui program ini, diharapkan para pelajar dapat lebih menyukai dan rutin mengonsumsi ikan sebagai sumber protein dan nutrisi penting.
Meningkatkan Gizi Melalui Program Gemarikan
Program Gemarikan ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah untuk mengatasi masalah gizi dan stunting di Indonesia, khususnya di Jakarta Barat. Dengan menyasar pelajar sekolah dasar, edukasi tentang pentingnya makan ikan dapat disampaikan secara langsung dan interaktif.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan pelajar dari SD 06 Tanjung Duren Utara, SD Islam Al-Isro Tanjung Duren Utara, dan SD Harapan Kasih Tanjung Duren Utara menjadi peserta utama. Mereka tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga menikmati langsung hasil olahan ikan yang lezat dan bergizi.
Novy C Palit mengungkapkan, "Itu kita menyosialisasikan makan ikan untuk gizi mereka, untuk pertumbuhan mereka, untuk mereka bisa lebih menyukai makan ikan." Pernyataan ini menegaskan fokus program pada aspek kesehatan dan nutrisi jangka panjang bagi anak-anak.
Penyediaan makanan olahan ikan seperti 'fish katsu' dan bandeng presto menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa. Konsep makan bersama olahan ikan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan minat dan antusiasme mereka terhadap konsumsi ikan.
Antusiasme Pelajar dan Kolaborasi Lintas Sektor
Antusiasme para pelajar terlihat jelas saat mereka menikmati hidangan olahan ikan yang disajikan. Kegiatan makan bersama ini menciptakan suasana yang menyenangkan dan mendidik, membuat pengalaman makan ikan menjadi lebih berkesan bagi anak-anak.
"Ikan olahannya 'fish katsu' dan ada juga bandeng presto. Anak-anak sangat antusias, tadi kita sama-sama makan bareng olahan ikan," kata Novy, menggambarkan suasana positif di lokasi acara. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang menyenangkan dapat meningkatkan penerimaan anak terhadap makanan sehat.
Selain melibatkan pelajar SD, Suku Dinas KPKP Jakarta Barat juga mengundang klien dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) Jakarta Barat untuk turut serta. Keterlibatan berbagai pihak ini memperluas jangkauan dan dampak positif dari kegiatan tersebut.
Kolaborasi unik dengan peringatan Hari Rabies Dunia 2025 juga menjadi sorotan. "Kegiatan ini kita jalankan berbarengan dengan sterilisasi kucing jantan lokal dalam rangka memperingati 'World Rabies Day 2025'," tambah Novy. Ini menunjukkan bahwa program edukasi gizi dapat diintegrasikan dengan isu kesehatan masyarakat lainnya, menciptakan sinergi yang lebih besar.
Sumber: AntaraNews