Sebanyak 48 generasi muda di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kini mengikuti program pelatihan vokasi. Program ini membekali mereka dengan keterampilan pembuatan konten digital dan taylor mode membatik. Pelatihan ini bertujuan mendorong kemandirian dan daya saing tenaga kerja lokal.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Padang. Pelatihan telah dimulai sejak 13 Oktober dan akan berlangsung selama 20 hari. Metode Project Based Learning (PBL) diterapkan untuk memastikan pembelajaran efektif.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP Naker) Sawahlunto, Dwi Darmawati, menjelaskan inisiatif ini. Pelatihan dirancang agar peserta mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja. Terutama di sektor ekonomi kreatif dan industri digital yang terus berkembang pesat.
Advertisement
Advertisement
Membekali Keterampilan Digital dan Membatik dalam Pelatihan Vokasi Sawahlunto
Dwi Darmawati menjelaskan, program ini terdiri dari tiga paket pelatihan. Dua paket fokus pada pembuatan konten visual, sementara satu paket lainnya adalah taylor mode membatik. Peserta juga dibekali soft skill kewirausahaan. Hal ini penting agar mereka siap tidak hanya secara teknis, tetapi juga mental dan psikologis.
Pelatihan dirancang agar peserta mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Terutama di sektor ekonomi kreatif dan industri digital. Melalui pendekatan Project Based Learning (PBL), peserta tidak hanya belajar teori. Mereka juga mengerjakan proyek nyata yang dapat menjadi cikal bakal usaha mandiri.
Selain keterampilan teknis, peserta memperoleh fasilitas pendukung seperti alat tulis, kaos, dan konsumsi harian. Mereka juga mendapatkan penggantian transportasi. Untuk dua paket PBL, peserta berkesempatan magang di instansi pemerintah dan UMKM mitra. Ini memperluas pengalaman praktik kerja lapangan mereka.
Advertisement
Dwi Darmawati menambahkan, "Khusus peserta kelas konten visual, nanti akan diberi kesempatan magang di instansi Pemko Sawahlunto. Mereka bisa langsung mempraktikkan produksi konten informatif dan publikasi kegiatan daerah." Keterampilan mereka akan terasah sambil mendukung promosi program pemerintah.
Advertisement
Sinergi Pemerintah untuk SDM Unggul melalui Pelatihan Vokasi Sawahlunto
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengapresiasi dukungan semua pihak. Kolaborasi ini penting dalam memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah. Menurutnya, pelatihan vokasi Sawahlunto adalah langkah nyata mencetak tenaga kerja terampil. Tenaga kerja ini relevan dengan kebutuhan zaman.
Riyanda Putra menegaskan program ini sejalan dengan visi Sawahlunto Maju. Visi tersebut adaptif dan responsif terhadap perubahan. Pemerintah daerah siap terus memfasilitasi kegiatan pelatihan. Termasuk pameran UMKM dan pelatihan pemasaran digital. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya terampil, tetapi juga bisa mengelola dan menjual produk mereka secara modern.
Wali Kota juga menambahkan, kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan lembaga pelatihan adalah kunci. Sinergi ini akan membangun SDM unggul di daerah. "Program ini sejalan dengan visi Sawahlunto Maju yang adaptif dan responsif terhadap perubahan," kata Wali Kota. Ini mendukung kebijakan Presiden dalam visi Astacita.
Advertisement
Visi Astacita menekankan peningkatan produktivitas nasional. Peningkatan ini berbasis penguatan SDM dan kewirausahaan lokal. Pelatihan semacam ini diharapkan menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif baru di Sawahlunto. Ini akan memperluas lapangan kerja dan mendorong warga berwirausaha.
Advertisement
Pengalaman Peserta dan Proyeksi Masa Depan Pelatihan Vokasi Sawahlunto
Salah satu peserta, Toni (19), berbagi pengalamannya di kelas pembuatan konten visual. Ia mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru tentang dunia kerja. Ia juga berhasil memperluas jejaringnya dengan pelaku industri.
"Saya ikut di kelas pembuatan konten visual. Awalnya cuma tahu teori dari media sosial, tapi di sini benar-benar diajari cara berpikir kreatif sekaligus profesional," ujar Toni. Ia menambahkan, "Saya juga jadi banyak kenal orang dari dunia kerja dan instruktur yang berpengalaman." Pengalaman ini sangat berharga baginya.
Pemerintah daerah menargetkan hasil pelatihan dapat menjadi cikal bakal. Ini akan membentuk komunitas wirausaha digital dan fashion yang berkelanjutan di kota itu. Inisiatif ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan Sawahlunto.
Advertisement
Dengan adanya program pelatihan vokasi Sawahlunto, diharapkan masyarakat lebih berdaya. Mereka akan mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Ini juga akan mendukung visi kota untuk menjadi lebih maju dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews