Trivia: 277 Lulusan Hukum Unissula Diminta Jadi Garda Terdepan Penegakan Hukum Berpihak Rakyat

Dekan FH Unissula Prof. Jawade Hafidz menantang 277 Lulusan Hukum Unissula untuk menjadi pelopor penegakan hukum yang pro-rakyat, menepis kepentingan oligarki. Bagaimana mereka akan mewujudkannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: 277 Lulusan Hukum Unissula Diminta Jadi Garda Terdepan Penegakan Hukum Berpihak Rakyat
Dekan FH Unissula Prof. Jawade Hafidz menantang 277 Lulusan Hukum Unissula untuk menjadi pelopor penegakan hukum yang pro-rakyat, menepis kepentingan oligarki. Bagaimana mereka akan mewujudkannya? (Merdeka.com)

Prof. Jawade Hafidz, Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, menyerukan kepada seluruh lulusannya untuk menjadi garda terdepan dalam upaya penegakan hukum di Indonesia. Seruan ini disampaikan di Semarang pada Jumat malam, usai Rapat Senat Terbuka Pelepasan Sarjana, Magister, dan Doktor FH Unissula Periode Ke-94, September 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jawade secara tegas meminta para lulusan Hukum Unissula yang kini berkecimpung di berbagai instansi penegak hukum agar memberikan contoh nyata. Mereka diharapkan dapat memulai penegakan hukum yang secara konsisten berpihak kepada kepentingan rakyat banyak, bukan golongan tertentu.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kejenuhan masyarakat yang merasa penegakan hukum cenderung memihak kepentingan oligarki, sementara rakyat justru menderita. Oleh karena itu, kebutuhan akan penegak hukum yang berpihak pada kemaslahatan dan penguatan ekonomi rakyat menjadi sangat mendesak saat ini.

Prof. Jawade Hafidz menekankan pentingnya peran lulusan Hukum Unissula dalam mengubah paradigma penegakan hukum. Ia meminta mereka untuk "ambil posisi terdepan untuk memulai penegakan hukum yang berpihak kepada kemaslahatan, berpihak kepada kepentingan rakyat banyak, tidak berpihak kepada kepentingan oligarki." Ini menjadi tantangan besar di tengah dinamika hukum nasional.

Masyarakat saat ini merasa "bosan dan capek" melihat praktik penegakan hukum yang seringkali condong pada kepentingan segelintir kelompok. Kondisi ini menyebabkan penderitaan bagi rakyat banyak, yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan hukum. Lulusan Hukum Unissula diharapkan mampu memutus rantai keberpihakan tersebut.

Kebutuhan akan penegak hukum yang berintegritas dan memiliki keberpihakan kuat pada rakyat sangatlah mendesak. Prof. Jawade menggarisbawahi bahwa rakyat membutuhkan penegak hukum yang sikap dan keputusannya mendukung "kepentingan rakyat, kepada penguatan ekonomi rakyat, kepada peningkatan pendapatan rakyat, kepada pekerjaan rakyat." Hal ini menjadi esensi dari keadilan yang dicari masyarakat.

Kelebihan utama Fakultas Hukum Unissula terletak pada pola pendidikannya yang berlandaskan nilai-nilai suci agama Islam. Pendidikan ini mengusung filosofi "Bismillah Membangun Generasi Khairu Ummah," yang bertujuan membentuk generasi terbaik. Para lulusan Hukum Unissula dibekali dengan etika dan moral yang kuat sejak awal.

Salah satu nilai penting yang ditanamkan adalah "birrul walidain," yaitu berbakti kepada kedua orang tua. Konsep ini mengajarkan rasa hormat, patuh, dan kasih sayang yang mendalam, yang diharapkan menjadi sumber inspirasi. Nilai-nilai ini akan menyemangati para lulusan untuk meraih masa depan yang lebih baik dan mencapai kesuksesan dengan landasan moral.

Para dosen FH Unissula juga secara konsisten menanamkan nilai-nilai kehidupan, solidaritas, dan kemaslahatan di samping ilmu hukum. Prof. Jawade menjelaskan bahwa "di kita ilmu hukum bagian yang kedua. Yang pertama adalah pendidikan akhlak, pendidikan moral, 'birrul walidain'." Prioritas pada akhlak ini diharapkan membentuk karakter penegak hukum yang adil.

Dengan fondasi akhlak yang kuat, pemahaman dan praktik ilmu hukum diharapkan akan selalu terinspirasi oleh nilai-nilai kebaikan tersebut. Ini menjadi pembeda bagi para lulusan Hukum Unissula, memastikan bahwa pengetahuan hukum mereka diimbangi dengan integritas moral yang tinggi dalam setiap tindakan.

Pada acara Rapat Senat Terbuka tersebut, Fakultas Hukum Unissula secara resmi melepas sebanyak 277 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Jumlah ini menunjukkan kontribusi Unissula dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di bidang hukum. Setiap lulusan diharapkan dapat membawa perubahan positif di bidangnya masing-masing.

Rincian lulusan yang dilepas meliputi 106 sarjana (S1), 48 magister ilmu hukum (S2), 73 magister kenotariatan (S2), dan 50 doktor ilmu hukum (S3). Keberagaman jenjang pendidikan ini mencerminkan komitmen Unissula dalam menyediakan pendidikan hukum yang komprehensif. Mereka semua adalah calon garda terdepan penegakan hukum.

Para lulusan ini diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu serta nilai-nilai yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menjawab tantangan penegakan hukum yang adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, sesuai dengan visi yang dicanangkan oleh Dekan FH Unissula.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi