PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan lonjakan kinerja signifikan pada layanan agen laku pandai atau Mandiri Agen di awal tahun 2026. Nilai transaksi layanan ini berhasil menembus angka Rp3,5 triliun, mencatat pertumbuhan sebesar 89 persen secara tahunan (yoy). Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan publik yang kian besar terhadap ekosistem keuangan yang dikembangkan oleh Bank Mandiri.
Frekuensi transaksi Mandiri Agen juga mengalami kenaikan impresif, mencapai 2,34 juta transaksi pada periode yang sama. Angka ini merepresentasikan peningkatan 44 persen yoy, menegaskan peran krusial Mandiri Agen dalam memfasilitasi akses perbankan bagi masyarakat luas. Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menyatakan bahwa Mandiri Agen adalah strategi utama perseroan untuk memperluas jangkauan ekosistem keuangan di luar kantor cabang.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari transformasi digital Bank Mandiri, bertujuan membangun keunggulan berkelanjutan melalui sinergi ekosistem layanan yang solid. Saptari menambahkan bahwa program Mandiri Agen adalah wujud kolaborasi erat antara Bank Mandiri dan masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa. Hal ini juga turut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan di berbagai pelosok negeri.
Advertisement
Advertisement
Pertumbuhan Impresif dan Kepercayaan Publik pada Mandiri Agen
Pada bulan pertama tahun 2026, Mandiri Agen Bank Mandiri mencatatkan nilai transaksi yang melampaui Rp3,5 triliun, menunjukkan pertumbuhan 89 persen secara tahunan. Kenaikan ini didukung oleh frekuensi transaksi yang meningkat 44 persen yoy, mencapai 2,34 juta transaksi. Seluruh indikator kinerja utama ini menunjukkan pertumbuhan positif, mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis agen.
Mandiri Agen dirancang sebagai layanan perbankan tanpa kantor yang bekerja sama dengan pelaku UMKM. Tujuannya adalah untuk melayani berbagai transaksi perbankan dan layanan keuangan lainnya, menjangkau area yang mungkin sulit diakses oleh kantor cabang konvensional. Kehadiran Mandiri Agen menjadi upaya nyata Bank Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan secara merata hingga pelosok Indonesia.
Melalui jaringan Mandiri Agen, masyarakat dapat melakukan beragam aktivitas keuangan. Layanan yang tersedia meliputi tarik tunai, transfer dana, serta pembayaran berbagai tagihan. Selain itu, agen juga menyediakan layanan pembukaan rekening tabungan dan akses informasi atau rujukan untuk kredit produktif segmen mikro.
Advertisement
Advertisement
Mandiri Agen: Pilar Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi
Mandiri Agen merupakan strategi utama Bank Mandiri dalam memperluas jangkauan ekosistem keuangan di luar jaringan kantor cabang. Penguatan peran agen ini adalah bagian dari transformasi digital Bank Mandiri untuk membangun keunggulan berkelanjutan. Sinergi ekosistem layanan yang semakin solid menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini.
Program ini adalah wujud kolaborasi erat Bank Mandiri bersama masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa. Hal ini sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, Mandiri Agen tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan finansial, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Jumlah Mandiri Agen telah meningkat 12 persen yoy hingga Januari 2026, mencapai 112.650 unit agen. Pertumbuhan jumlah agen ini menunjukkan ekspansi jangkauan layanan Bank Mandiri yang semakin luas. Kehadiran agen-agen ini membantu masyarakat di daerah terpencil untuk mendapatkan akses layanan perbankan yang sebelumnya terbatas.
Advertisement
Advertisement
Akselerasi Digitalisasi dan Dampak Positif pada Nasabah
Pertumbuhan Mandiri Agen juga diiringi dengan akselerasi adopsi digitalisasi melalui aplikasi Mandiri Agen. Jumlah pengguna aktif aplikasi ini meningkat 28 persen yoy, mencapai 81.000 agen pada awal tahun ini. Aplikasi Mandiri Agen menawarkan fitur transaksi yang lebih lengkap dan waktu proses yang lebih cepat dibandingkan EDC Mini ATM.
Penggunaan aplikasi ini memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan, meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transaksi. Digitalisasi ini memungkinkan Mandiri Agen untuk melayani lebih banyak nasabah dengan lebih efektif. Hal ini juga mendukung upaya Bank Mandiri dalam menyediakan layanan yang aman dan andal bagi setiap lapisan masyarakat.
Hingga Januari 2026, Mandiri Agen telah melayani 3,4 juta nasabah. Total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun melalui layanan ini mencapai Rp22,9 triliun. Kontribusi nyata Mandiri Agen terhadap peningkatan inklusi keuangan nasional sangat signifikan. Saptari menegaskan bahwa Mandiri Agen hadir sebagai garda terdepan dalam memperluas akses keuangan. Layanan ini juga menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi produktif di masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews