Polisi menangkap AF (23), anak kandung dari AS (63), seorang ibu rumah tangga asal Lahat, Sumatra Selatan, yang diduga membunuh dan memutilasi ibunya sendiri. Pelaku ditangkap setelah melarikan diri dan diketahui menginap di sebuah penginapan di Lahat.
Pelaku mengaku pembunuhan itu terjadi di Desa Danau Belidang, Mulak Sebingkai, Lahat, Sabtu (28/3). Dia beberapa kali menikam korban hingga tewas di tempat.
Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh ibu kandungnya tersebut sehingga menjadi banyak bagian. Potongan tubuh itu dimasukkan dalam tiga karung plastik. Kemudian pelaku membawanya ke kebun milik ibunya di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang Lahat.
Advertisement
Tak sampai di situ, pelaku menguburkan potongan tubuh korban, masih terbungkus karung, ke lobang yang dia gali sedalam 1,5 meter. Pelaku lantas pergi dan bersikap seperti biasa.
"Benar, pelaku pembunuhan dan mutilasi IRT ditangkap dan statusnya anak kandung," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Rabu (8/4).
Dari pemeriksaan, tersangka kesal karena korban tidak memberikan uang yang bakal ia gunakan untuk bermain judi online. Tersangka emosi hingga menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.
"Motifnya karena kesal tidak diberi uang buat main judi online," kata Nandang.
Advertisement
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Karang Dalam, Pulau Pinang, Lahat, geger dengan penemuan mayat termutilasi dan dikubur dalam karung. Korban diketahui seorang ibu rumah tangga inisial SA (63), warga setempat.
Keberadaan korban tak lagi diketahui sejak sepekan lalu. Keluarga telah mencari korban kemana-mana namun tak kunjung ditemukan hingga dilaporkan ke polisi atas orang hilang.
Anak korban, S (49), curiga dengan adanya galian tanah yang masih baru di kebun milik korban tak jauh dari rumahnya, Selasa (7/4) pukul 22.00 WIB.
Saksi lantas melapor ke kepala desa hingga akhirnya warga sepakat melakukan penggalian beberapa jam kemudian. Warga menemukan tiga karung dalam galian sedalam 1,5 meter.
Saksi kaget bukan main karena begitu dibuka semua karung itu berisi potongan tubuh korban. Polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke kamar mayat guna dilakukan autopsi.