TP PKK Sumut Dorong Percepatan Digitalisasi Administrasi Daerah: Wujudkan Efisiensi dan Akuntabilitas

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen penuh terhadap percepatan digitalisasi administrasi di daerah, demi meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi pelaporan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TP PKK Sumut Dorong Percepatan Digitalisasi Administrasi Daerah: Wujudkan Efisiensi dan Akuntabilitas
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen penuh terhadap percepatan digitalisasi administrasi di daerah, demi meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi pelaporan. (AntaraNews)

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan komitmen kuat terhadap modernisasi tata kelola organisasi. Organisasi ini secara aktif mendukung percepatan digitalisasi administrasi di berbagai daerah. Langkah strategis ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam efisiensi dan akuntabilitas pelaporan kegiatan.

Ketua TP PKK Provinsi Sumut, Kahiyang Ayu, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk administrasi dan pelaporan tanpa kertas, atau konsep paperless. Pernyataan ini disampaikan usai penutupan pelatihan tertib administrasi TP PKK kabupaten/kota se-Sumut di Medan pada Rabu, 4 Februari 2026. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas kader PKK di seluruh wilayah.

Inisiatif digitalisasi administrasi ini tidak hanya bertujuan meringankan beban kerja pengurus PKK, tetapi juga untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh penggunaan kertas berlebih. Dengan sistem yang lebih rapi dan tertata, diharapkan program pemberdayaan keluarga dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Hal ini merupakan langkah maju menuju Sumut yang unggul, maju, dan berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi digital dengan konsep paperless menjadi tren yang terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan efisiensi kerja. TP PKK Sumut mengadopsi pendekatan ini untuk mengoptimalkan proses administrasi. Konsep tanpa kertas ini secara signifikan dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam dan jejak karbon.

Kahiyang Ayu menekankan bahwa digitalisasi hadir untuk meringankan beban kerja pengurus PKK, khususnya di bidang administrasi dan pelaporan. Transformasi ini memungkinkan pengurus untuk fokus pada substansi program pemberdayaan keluarga. Dengan demikian, waktu dan tenaga yang sebelumnya dihabiskan untuk tugas administratif manual dapat dialihkan ke kegiatan yang lebih berdampak langsung kepada masyarakat.

Selain itu, pengurangan penggunaan kertas juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan. TP PKK Sumut berkomitmen untuk menjadi organisasi yang lebih ramah lingkungan. Inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab sosial organisasi dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global.

Sistem digital dinilai mampu meningkatkan kecepatan, akurasi, dan transparansi dalam pelaporan administrasi. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa setiap kegiatan dan alokasi sumber daya tercatat dengan benar. Akurasi data menjadi pondasi penting untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Dengan sistem yang rapi dan tertata, pelaksanaan program pemberdayaan keluarga akan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Kahiyang Ayu menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada kendala administrasi, terutama dalam penyusunan laporan kegiatan. Digitalisasi menjadi solusi agar kinerja PKK semakin efisien, akuntabel, dan transparan.

Transparansi yang dihasilkan dari sistem digital juga akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja TP PKK. Informasi yang mudah diakses dan diverifikasi akan memperkuat akuntabilitas organisasi. Ini adalah langkah penting dalam membangun tata kelola yang baik di tingkat daerah.

Pelatihan tertib administrasi TP PKK kabupaten/kota se-Sumut telah sukses dilaksanakan pada 2 hingga 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk membekali kader dengan keterampilan digital yang dibutuhkan. Simulasi penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pelaporan dan Data (SIPANDA) PKK Sumut menjadi salah satu agenda utama pelatihan.

Aplikasi SIPANDA dirancang untuk memfasilitasi pelaporan dan pengelolaan data secara terintegrasi. Dengan aplikasi ini, diharapkan proses administrasi menjadi lebih terstruktur dan efisien. Perwakilan TP PKK dari berbagai kabupaten/kota se-Sumut turut serta dalam pelatihan ini, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inovasi digital.

Kahiyang Ayu juga mengajak seluruh kader TP PKK kabupaten/kota se-Sumut untuk terus memperkuat kekompakan, sinergi, dan menjaga kolaborasi antarwilayah. Kekompakan ini menjadi kunci mewujudkan keluarga sejahtera menuju Sumut yang unggul, maju, dan berkelanjutan. Implementasi digitalisasi administrasi ini merupakan upaya kolektif untuk mencapai visi tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi