Tim Hukum Novel Baswedan akan Laporkan Balik Politikus PDIP Dewi Tanjung

Kamis, 7 November 2019 17:44 Reporter : Merdeka
Tim Hukum Novel Baswedan akan Laporkan Balik Politikus PDIP Dewi Tanjung Novel Baswedan. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Tim advokasi penyidik KPK Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa meminta Polda Metro Jaya tak merespons laporan Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung yang melaporkan kliennya dengan tuduhan penyebaran berita bohong terkait kasus teror air keras.

"Meminta kepolisian untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap laporan yang diajukan oleh politisi PDIP," ujar Alghiffari saat dikonfirmasi, Kamis (7/11).

Menurut Alghiffari, pelaporan yang dilakukan Dewi merupakan kriminalisasi terhadap Novel Baswedan yang menjadi korban penyerangan air keras. Dia menyatakan siap melaporkan balik Dewi Tanjung.

"Kami akan mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana terkait dengan fitnah yang ditujukan kepada Novel Baswedan," kata dia.

Alghiffari menduga laporan yang dilayangkan Dewi Tanjung untuk mengecilkan dukungan penuntasan kasus penyiraman air keras Novel baswedan, penolakan terhadap pelemahan KPK, dan gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia secara keseluruhan.

Sebab, menurut Alghiffari, laporan ini dilakukan bersamaan dengan desakan publik tentang penerbitan Perppu KPK, dan desakan penuntasan kasus penyiraman mata Novel yang akan memasuki usia 3 tahun.

"Laporan Politisi PDIP, Dewi Tanjung yang menyebut penyerangan NB (Novel) adalah rekayasa adalah laporan yang tidak jelas atau ngawur, ini tindakan yg sudah mengarah pada fitnah dan merupakan tindakan di luar nalar dan rasa kemanusiaan," kata Alghiffari.

1 dari 2 halaman

Polisi Persilakan Novel Laporkan Balik Dewi Tanjung

Sementara itu pihak kepolisian menyilakan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melaporkan balik Politikus PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung. Menurut dia, semua orang miliki hak yang sama di mata hukum.

"Pada prinsipnya semua orang boleh melapor kepada pihak kepolisian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Kamis (7/11).

Argo mengatakan, masyarakat yang ingin membuat laporan ke Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) harus melampirkan data pendukung. Misalnya, Novel Baswedan merasa dirugikan.

"Nanti tentunya harus ada pendukung yang dibawa baru nanti dilaporkan ke Polda atau ke Polres tentunya nanti di sana ada tempat konsultasi. dikonsultasikan seperti apa yang dia laporkan," ucap Argo.

2 dari 2 halaman

Hoaks Penyiraman Air Keras

Sebelumnya Dewi Tanjung melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan karena meragukan kebenaran penyerangan air keras dan luka-luka yang didapatnya.

"Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami dari rekaman CCTV dia dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 6 November 2019.

Dewi menduga Novel hanya berpura-pura saat terkena air keras. "Saya orang seni, saya juga biasa beradegan. Orang kalau sakit itu tersiram air panas reaksinya tidak berdiri, tapi akan terduduk jatuh terguling-guling. Itu yang saya pelajari, dan tidak ada reaksi dia membawa air untuk disiramkan," kata Dewi.

Dewi melaporkan Novel dengan Pasal tentang penyebaran berita bohong melalui media elektronik. Laporan polisi itu tertuang pada nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus.

Reporter: Fachrur Rozie dan Ady Anugrahadi

Sumber Liputan6.com [bal]

Baca juga:
PDIP Tak Bisa Larang Dewi Tanjung Laporkan Novel Baswedan ke Polisi
Novel Dituding Rekayasa Kasus Air Keras, Pengacara Pertanyakan Kinerja Tim Polisi
Novel Baswedan Dilaporkan Politikus PDIP Dewi Tanjung ke Polda Metro
Tudingan Politisi PDIP Kasus Penyiraman Air Keras Rekayasa Menyakitkan Novel Baswedan
Hasto: Laporan Dewi Tanjung Terhadap Novel Baswedan Tak Terkait PDIP
KPK Sebut Tudingan Politikus PDIP Soal Kasus Novel Rekayasa Tidak Manusiawi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini