Terus Merugi, Operator Trans Solo Minta Subsidi

Sabtu, 18 Mei 2019 01:35 Reporter : Arie Sunaryo
Terus Merugi, Operator Trans Solo Minta Subsidi Trans Solo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Operator Batik Solo Trans (BST), PT Bengawan Solo Trans merugi. Biaya operasional untuk menjalankan tiga koridor saat ini, tidak sebanding dengan pendapatan dari tiket penumpang. Akibatnya, manajemen berencana meminta subsidi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno mengaku mendapatkan keluhan dari manajemen saat berkoordinasi dengan manajemen PT Bengawan Solo Trans terkait layanan BST di Balai Kota, Kamis (16/5).

"Mereka minta dibantu operasionalnya, karena perkembangan sekarang tidak semakin membaik, malah merugi," ujar Hari, Jumat (17/5).

Permintaan subsidi, lanjut Hari, dilatarbelakangi terus menurunnya tingkat keterisian penumpang BST di ketiga koridor. Rata-rata penumpang hanya separuh dari kapasitas bus. Padahal layanan Koridor 1,2 dan 3 BST tetap dioperasikan seperti biasa.

"Jadi istilahnya mereka ini harus nombok," katanya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, jumlah bus berukuran sedang yang dioperasikan di Koridor 1 adalah 14 unit. Koridor 1 dikelola PT Bengawan Solo Trans sejak Pemkot mengambil alih wewenang operasional jalur tersebut dari Perum Damri pada awal Februari.

Adapun di Koridor 2 dan 3 masing-masing dilayani 12 dan 20 unit bus. Seluruh bus BST tersebut berukuran sedang, dengan kapasitas tempat duduk 21 penumpang dan 10 penumpang berdiri.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo berjanji akan mencarikan solusi agar ketiga koridor tetap beroperasi. "Nanti kita pertimbangkan dulu, APBD mampu tidak mengalokasikan subsidinya. Kalau tidak, akan diupayakan bantuan dari pemerintah pusat," pungkas Rudyatmo. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini