Terungkap! Hanya Irvian Bobby yang Dijuluki 'Sultan' dalam Kasus Korupsi K3 Kemenaker, Mengapa Demikian?

KPK mengungkap fakta menarik dalam kasus Korupsi K3 Kemenaker: hanya Irvian Bobby Mahendro yang dijuluki 'Sultan' oleh Immanuel Ebenezer.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terungkap! Hanya Irvian Bobby yang Dijuluki 'Sultan' dalam Kasus Korupsi K3 Kemenaker, Mengapa Demikian?
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap detail penyitaan 22 kendaraan dalam kasus korupsi Kemenaker, termasuk satu unit milik Wamenaker. Simak selengkapnya! (Merdeka.com)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini mengungkap fakta menarik terkait kasus dugaan pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemenaker. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan hanya Irvian Bobby Mahendro (IBM) yang dijuluki 'Sultan' oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG). Penemuan ini menambah dimensi baru pada penyelidikan korupsi K3 Kemenaker yang sedang berlangsung.

Julukan istimewa ini diberikan oleh Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG) kepada IBM. Hal tersebut dikarenakan IBM dianggap memiliki banyak uang di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemenaker. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Setyo Budiyanto saat dihubungi ANTARA dari Jakarta. Ini menjadi sorotan utama dalam perkembangan kasus korupsi K3 Kemenaker.

Irvian Bobby sendiri merupakan salah satu dari sebelas tersangka yang telah ditetapkan KPK pada 22 Agustus 2025. Ia juga diduga menjadi penerima aliran dana terbesar dalam kasus ini, mencapai Rp69 miliar. Kasus ini telah menarik perhatian publik luas dan menjadi fokus utama penegakan hukum. Penahanan terhadap para tersangka telah dilakukan untuk 20 hari pertama.

Irvian Bobby Mahendro (IBM) menjadi pusat perhatian dalam kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 ini. Ia sempat menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker dari tahun 2022 hingga 2025. Perannya dalam struktur Kemenaker membuatnya memiliki akses dan pengaruh signifikan terkait pengurusan sertifikasi K3.

KPK menduga IBM merupakan tersangka yang menerima aliran dana paling besar dalam skandal ini. Jumlah fantastis mencapai Rp69 miliar menjadi indikasi kuat keterlibatannya dalam praktik pemerasan. Angka ini jauh melampaui dugaan penerimaan dana oleh tersangka lainnya dalam kasus korupsi K3 Kemenaker.

Julukan 'Sultan' yang disematkan Immanuel Ebenezer kepada IBM bukan tanpa alasan. Menurut KPK, julukan tersebut merujuk pada sosok yang dinilai memiliki banyak uang di lingkungan Ditjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker. Ini memperkuat dugaan bahwa IBM adalah pemain kunci dalam jaringan korupsi sertifikat K3 ini.

KPK secara resmi menetapkan Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka pada 22 Agustus 2025. Penetapan ini terkait kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Kasus ini menunjukkan adanya praktik penyalahgunaan wewenang di tubuh kementerian.

Setelah penetapan, KPK langsung melakukan penahanan terhadap Immanuel Ebenezer dan 10 tersangka lainnya. Penahanan ini berlaku untuk 20 hari pertama, terhitung mulai 22 Agustus hingga 10 September 2025. Mereka ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih, sebagai bagian dari proses hukum yang berjalan.

Pada tanggal yang sama dengan penetapan tersangka, Immanuel Ebenezer juga dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Pencopotan ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai respons cepat terhadap kasus korupsi K3 Kemenaker yang menjeratnya. Tindakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, total ada 11 tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 Kemenaker ini. Mereka berasal dari berbagai posisi, mulai dari pejabat Kemenaker hingga pihak swasta. Keterlibatan mereka menunjukkan adanya jaringan yang terstruktur dalam praktik korupsi ini.

Berikut adalah identitas 11 tersangka pada waktu terjadinya perkara tersebut:

  1. Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022-2025: Irvian Bobby Mahendro (IBM)
  2. Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-sekarang: Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH)
  3. Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020-2025: Subhan (SB)
  4. Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020-2025: Anitasari Kusumawati (AK)
  5. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret-Agustus 2025: Fahrurozi (FRZ)
  6. Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025: Hery Sutanto (HS)
  7. Sub-Koordinator di Kemenaker: Sekarsari Kartika Putri (SKP)
  8. Koordinator di Kemenaker: Supriadi (SUP)
  9. Pihak PT KEM Indonesia: Temurila (TEM)
  10. Pihak PT KEM Indonesia: Miki Mahfud (MM)
  11. Wamenaker: Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG)

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi