Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terjatuh di jalan berlumpur, maling tewas dihakimi massa

Terjatuh di jalan berlumpur, maling tewas dihakimi massa Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Aksi nekat Tamba Simanjuntak (35) melakukan pencurian harus dibayar mahal. Dia tewas diamuk massa setelah sepeda motor yang ditumpanginya saat kabur usai mencuri menghantam gundukan bekas galian drainase.

Berdasarkan informasi dihimpun, Tamba sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot. Namun, dia diduga sebagai satu di antara 4 pelaku pencurian di rumah Yustriani di Jalan Purwosari, Medan Timur‎, Minggu (11/12).

Aksi pencurian yang dilakukan Tamba bersama 3 rekannya dipergoki penjaga malam. Mereka dikejar dan diteriaki warga sekitar.

"Diteriaki maling, keempatnya lalu kabur mengendarai sepeda motor," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Ainul Yaqin, Senin (12/12).

Mengendarai 2 unit sepeda motor, keempat maling itu langsung ngebut. Di Jalan Perkebunan, Medan Timur, sepeda motor yang ditumpangi Tamba terpeleset akibat lumpur hasil pengorekan drainase di sana. Dia dan rekannya yang menjadi pengemudi terhempas ke jalan.

Tamba berusaha bangun, tapi dia kembali terjatuh karena kondisi jalan yang licin akibat lumpur. Sementara rekannya sudah berhasil mendirikan dan menyalakan sepeda motor lalu kabur sendirian menyusul dua temannya yang terus melaju.

"Warga yang mengejar langsung menangkap pelaku (Tamba). Masyarakat sekitar pun menghakimi tersangka," jelas Ainul.

Peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Personel Polsek Medan Timur turun ke lokasi dan mengamankan Tamba dari amukan massa. Pria itu dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan. Namun, Tamba tidak tertolong. Polisi masih menyelidiki kasus ini. Mereka juga memburu 3 rekan Tamba yang berhasil kabur.

"Dia meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB," jelas Ainul.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP