Polisi masih menyelidiki penyebab kematian kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru (39). Korban ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban di sebuah indekos di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng Jakarta Pusat pada Selasa (8/7) lalu.
Beredar rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik dua orang berupaya membuka paksa pintu kamar korban. Tindakan itu mereka lakukan setelah istri korban meminta kamar suaminya dicek setelah karena tak kunjung ada kabar.
Dalam rekaman terlihat, satu orang mengenakan celana panjang, dan seorang lainnya mengenakan celana pendek. Mulanya mereka tampak mengetuk beberapa kali pintu kamar. Dikarenakan tidak ada jawaban, keduanya sepakat coba membuka pintu kamar. Mereka berbagi tugas. Pria berkacamata tampak mencongkel jendela menggunakan obeng. Sementara satu orang lainnya mendokumentasikan.
Dalam hitungan 2 menit 28 detik, jendela akhirnya terbuka. Tetapi masalah belum selesai. Pintu kamar belum bisa dibuka gagang pintu menggunakan sistem Smart Doorlock.
Berbagai cara dicoba hingga akhirnya pintu bisa dibuka dari dalam. Saat masuk ke kamar, keduanya panik. Diduga mereka terkejut melihat kondisi korban yang sudah tak bernyawa dengan kepala terbungkus solasi. Mereka bergegas mencari pertolongan. Sayangnya, CCTV tak merekam lebih banyak apa yang terjadi setelahnya.
Sebelumnya, kepolisian terus berupaya mengungkap tabir kematian Daru, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Korban tewas dengan kondisi kepala terikat isolasi di dalam kamar kos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).
Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi menerangkan, pihaknya telah mengantongi rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, namun belum dapat disimpulkan penyebab kematian.
“Sudah ada dua sih yang kita sudah periksa. Cuman masih belum, masih biasa lah gambarannya. Karena kan kebetulan CCTV-nya kan juga yang masih pakai MMC atau memory card yang langsung dari kameranya," ujar Rezha kepada wartawan, Selasa (8/7/2025)."Jadi kita masih periksa terus, periksa satu-satu karena kan terpotong ya. Bukan yang CCTV, yang recorder gitu," sambung dia