Terapis yang Meninggal di Pejaten Pakai Identitas Palsu Saat Melamar Kerja

Polisi telah mengambil alih kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga milik korban untuk dijadikan sebagai barang bukti dalam penyelidikan.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Terapis yang Meninggal di Pejaten Pakai Identitas Palsu Saat Melamar Kerja
Seorang wanita tanpa idenitas ditemukan tewas di lahan kosong belakang sebuah gedung di Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025). (Foto: Istime (© 2025 Liputan6.com)

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan tengah melakukan penyelidikan terkait proses rekrutmen terapis di sebuah spa yang berlokasi di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Penyelidikan ini dilakukan setelah ditemukannya Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam yang telah meninggal dunia di belakang Gedung TIKI, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Alasan di balik penyelidikan ini cukup serius, di mana Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu, menjelaskan bahwa terdapat dugaan korban menggunakan identitas palsu saat melamar pekerjaan. Pihak kepolisian telah menyita kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga milik korban sebagai barang bukti.

"Sejauh ini yang kita amankan hanya KTP dan KK-nya saja. Berbeda, namanya berbeda. Usianya berbeda," ungkap Citra Ayu kepada wartawan pada Selasa (14/10/2025).

Lebih lanjut, Citra menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan undangan klarifikasi kepada pemilik spa serta pihak perekrut untuk memastikan identitas korban. Rencananya, pemeriksaan tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Untuk pemanggilannya, undangannya kita buat di minggu ini. Nanti kami update lebih lanjut," tutupnya.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya terus mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Manajemen spa telah mengonfirmasi bahwa korban adalah salah satu karyawan dari Delta Spa.

"Intinya, kami masih mengumpulkan fakta-fakta yang ada. Dari pihak manajer sendiri membenarkan bahwa korban atau jenazah yang ditemukan ini merupakan salah satu terapis di Delta," ucapnya.

"Kami akan mendalami lebih lanjut mengenai fakta-fakta yang ada dan akan memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan situasi," tambahnya.

Selain itu, Citra menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Indramayu untuk memverifikasi identitas yang digunakan saat melamar pekerjaan di spa tersebut. Dukcapil Indramayu juga telah diundang untuk hadir pada pekan ini.

"Apakah identitas tersebut merupakan identitas palsu atau milik keluarganya atau temannya, kami akan memastikan hal itu. Kami mengirimkan undangan pada hari Kamis. Untuk konfirmasi lebih lanjut, kami belum mendapatkan informasi tambahan. Namun, jika ada perkembangan, kami akan segera memberitahukan," ujar Citra.

Rekomendasi