Tawarkan Rp5 Miliar Tebus Pilot Susi Air, Polisi Bernegosiasi dengan Teroris?
Merdeka.com - Hampir lima bulan lamanya Kapten Pilot Susi Air, Philips Martenz disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Papua. Nasib pilot asal Selandia Baru itu belum mendapatkan titik terang.
Selama berbulan-bulan penyanderaan tersebut, Polri-TNI masih bersikukuh menempuh jalur mediasi membebaskan Kapten Philips.
Polisi akhirnya menawarkan opsi uang tebusan yang berasal dari anggaran Pemda Papua sesuai diminta KKB sebesar Rp5 miliar untuk membebaskan Kapten Philips.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai, mengabulkan permintaan uang tebusan untuk membebaskan Kapten Philips merupakan suatu rangkaian strategi dari polisi yang sudah direncanakan. Terlebih penyelamatan ini melibatkan warga negara asing.
"Ini strategi penawaran uang, kalau nanti ketemu titiknya dan nanti disikat itu urusan lain," ujar Sugeng saat dihubungi merdeka.com, Senin (3/7).
Sugeng mengatakan, misi penyelamatan Kapten Philips berpotensi akan dipandang di mata dunia, sehingga opsi dengan uang tebusan menjadi pilihan untuk meminimalisir korban jiwa berjatuhan.
"Dalam opsi penawaran uang ini juga ada diplomasi yang penting harus dibangun untuk mencerminkan bahwa negara Indonesia sangat peduli terhadap nyawa warga negara asing yang ditahan oleh penyandera. Ini yang mau disampaikan kepada dunia internasional," tutur dia.
Hindari Kontak Senjata
Sugeng menjelaskan, apabila penyelamatan pilot Susi Air itu dengan melakukan kontak senjata sangat disayangkan, terlebih keberadaan Philips yang belum diketahui secara jelas oleh tim gabungan TNI-Polri.
Selain itu Sugeng mengatakan, tidak ada komunikasi antara perwakilan aparat dengan pihak penyandera, membuat proses pembebasan sangat riskan dilakukan dengan serangan bersenjata.
"Jadi itu opsi untuk menawarkan uang itu kewenangan penuh soal strategi Polri. Kalau soal opsi operasi penegakan hukum bersenjata kan riskan," ujar dia.
Terlebih dalam pendekatan KKB pimpinan Egianus menurut Sugeng, berbeda dengan tindakan terorisme lainnya. Dikatakan Sugeng, penanganan teroris sudah ada operasi militer. Namun untuk misi penyelamatan Kapten Philips segala opsi harus dapat dilakukan.
"Semua opsi harus dilakukan termasuk opsi penawaran sejumlah uang tebusan yang diminta itu biasa saja enggak ada yang dilanggar," tutup dia.
Polda Papua Jamin Pembebasan Pilot Susi Air Berbuah Manis
Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Merthens (37) disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) pimpinan Egianus Kogoya sejak Februari 2023 lalu. Hingga saat ini, TNI Polri terus bernegosiasi dan memilih tidak melakukan operasi besar-besaran.
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri menyakini proses pembebasan Pilot Susi Air akan berjalan dengan lancar.
"Semua pihak baik TNI-Polri maupun para tokoh telah bekerja keras dan hasilnya pasti akan baik," kata Mathius di Jayapura, Sabtu (1/7).
Pendekatan terus dilakukan. Harapannya, proses komunikasi ini akan berakhir sesuai yang diharapkan.
"Egianus Kogoya adalah orang asli Papua yang juga adalah manusia dan memiliki hati nurani, sehingga dirinya yakin bila Egianus akan membebaskan Kapten Philip," kata dia.
Mathius optimis Egianus juga tak akan menghabisi nyawa pilot.
"Saya yanin semua kerja keras dan niat baik kita ini bisa berbuah manis," ujar dia.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya