Tanggul Jebol Kali Krukut di Petogogan Ditangani Puluhan Personel SDA, Normalisasi Dimulai 2026
Puluhan personel Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan bergerak cepat menangani tanggul jebol Kali Krukut di Petogogan, sementara rencana normalisasi jangka panjang akan dimulai pada tahun 2026.
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan mengerahkan puluhan personel untuk menangani tanggul jebol di Kali Krukut. Kejadian ini berlangsung di Jalan Pulo Raya, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penanganan darurat dilakukan menyusul curah hujan tinggi yang memicu luapan air.
Sebanyak 55 personel dikerahkan bersama 10 pompa air untuk mengatasi genangan di area terdampak. Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar tujuh meter. Perbaikan sementara telah dilakukan dengan menggunakan karung pasir.
Insiden tanggul jebol ini terjadi pada Jumat, 23 Januari, dan menyebabkan genangan di beberapa wilayah. Penanganan sementara akan dilanjutkan dengan perbaikan permanen setelah cuaca membaik. Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta juga telah merencanakan normalisasi Kali Krukut secara bertahap.
Penanganan Darurat Tanggul Kali Krukut
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung merespons cepat laporan tanggul jebol. Sebanyak 55 personel dikerahkan ke lokasi kejadian di Jalan Pulo Raya, Petogogan. Mereka bekerja keras untuk meminimalkan dampak genangan air.
Selain pengerahan personel, 10 unit pompa air juga dioperasikan untuk menyedot air genangan. Santo menambahkan bahwa tanggul yang jebol sepanjang tujuh meter tersebut segera ditangani. Penahan sementara telah dipasang menggunakan sekitar 1.300 karung pasir.
Kayu dolken juga digunakan sebagai penyangga untuk memperkuat penahan sementara tersebut. Penanganan ini bersifat sementara sambil menunggu kondisi cuaca yang lebih kondusif. Perbaikan permanen tanggul akan dilaksanakan setelah situasi memungkinkan.
Rencana Normalisasi Kali Krukut Jangka Panjang
Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta telah mengumumkan rencana normalisasi Kali Krukut di Petogogan, Kebayoran Baru. Proyek ini akan mencakup sepanjang 1,3 kilometer, mulai dari segmen Tarakanita hingga Jembatan Tendean. Normalisasi ini diharapkan dapat mengatasi masalah banjir jangka panjang.
Rencana normalisasi Kali Krukut dijadwalkan dimulai pada tahun 2026. Tahap awal proyek akan fokus pada penetapan lokasi (penlok) dan pembebasan lahan yang terdampak. Proses ini krusial untuk kelancaran pembangunan infrastruktur.
Berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, proyek normalisasi ini memerlukan pembebasan lahan seluas 1,52 hektare. Lahan tersebut mencakup 65 bidang tanah yang berada di sepanjang aliran Kali Krukut. Pembebasan lahan akan menjadi prioritas utama sebelum konstruksi dimulai.
Dampak Banjir dan Genangan di Jakarta Selatan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat adanya genangan di 121 RT dan 16 ruas jalan hingga Jumat pukul 19.00 WIB. Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak dengan 40 RT tergenang. Curah hujan tinggi menjadi penyebab utama.
Di Kelurahan Petogogan, 26 RT terendam dengan ketinggian air sekitar 30 cm, akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut. Kelurahan Pondok Labu juga mengalami genangan di satu RT dengan ketinggian 30 cm dari penyebab serupa. Sementara itu, satu RT di Kelurahan Cipulir tergenang 40 cm karena curah hujan tinggi.
Kelurahan Duren Tiga memiliki satu RT tergenang 40 cm, juga disebabkan curah hujan tinggi. Di Kelurahan Pejaten Timur, tiga RT terendam 60 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung. Terakhir, delapan RT di Kelurahan Ulujami tergenang 70 cm karena curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
Sumber: AntaraNews