Tanggalkan Almamater, Ratusan Kader Partai Demokrat di Purwakarta Mengundurkan Diri

Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Purwakarta, Rini Meilani menyatakan mundur, ia menanggalkan baju dan membuat surat pernyataan pengunduran diri.

Bram Salam
Oleh Bram Salam - Reporter
Tanggalkan Almamater, Ratusan Kader Partai Demokrat di Purwakarta Mengundurkan Diri
Tanggalkan Almamater, Ratusan Kader Partai Demokrat di Purwakarta Mengundurkan Diri. ©2023 Merdeka.com

Ratusan kader dari Dewan Pengurus Cabang (DPC), DPAC, Ranting hingga Anak Ranting Partai Demokrat Kabupaten Purwakarta mengundurkan diri secara massal, mereka menanggalkan almamater partai hingga mengembalikan berkas kepengurusan ke Ketua DPC Partai Demokrat Purwakarta.

Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Purwakarta, Rini Meilani menyatakan mundur, ia menanggalkan baju dan membuat surat pernyataan pengunduran diri.

"Saya terlahir dari partai demokrat tapi ya itu tidak ada keharmonisan dengan kepengurusan yang sekarang, saya sebagai ketua Srikandi sangat menyayangkan tapi ini harus dilakukan , karena di politik kita harus bisa menentukan sikap dan ini langkah saya harus mundur dari kepengurusan sekaligus ketua Srikandi partai Demokrat Purwakarta," ujar Rini.

Hal ini juga di Amini oleh Ade Winarto, salah satu Ketua DPAC Kecamatan Cibatu, ia merasa tidak nyaman dan tak sejalan dengan sikap Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Purwakarta, Asep Chandra menjadi salah satu alasannya.

"Saya ketua DPAC kecamatan Cibatu beserta seluruh pengurus baik di tingkat kecamatan ranting dan anak ranting hari ini mengundurkan diri dari partai demokrat," tegas Ade.

Ade menyebutkan, Ratusan kader yang terdiri pengurus DPC, DPAC, Ranting hingga pengurus Anak Ranting menyatakan mundur dari partai besutan SBY itu. Dari ratusan kader yang mundur itu 8 diantaranya merupakan Bacaleg 2024.

"Selain 20 kader jajaran DPAC Cibatu, ikut mundur juga 10 Ketua Ranting di Cibatu berikut jajarannya. Di Cibatu jumlahnya bisa ratusan, di samping saya wakil sekretaris 1 yang juga ketua Srikandi kabupaten Purwakarta mengundurkan diri kemudian pengurus DPC juga mengundurkan diri, kemudian wakil bendahara satu DPC Demokrat Purwakarta mengundurkan diri ini semua ada surat pernyataannya, kemudian sekretaris bapilu juga mengundurkan diri, kemudian ketua bidang Diklat DPC Demokrat Purwakarta," terang Ade.

Dari ratusan kader, terdapat sedikit 8 nama kader yang di akan menjadi bacaleg dari partai Demokrat, namun semua harus mengundurkan diri dan akan berlabu di partai lain.

"Kalo bacaleg kan belum kan belum di daftarkan ke KPU tapi digadang-gadang mencalonkan diri itu ada sekitar 8 orang dari kita yang akan mendaftarkan diri," katanya.

Ketua DPC Sebut Hal Biasa Dalam Dinamika Berorganisasi

Terkait mundurnya fenomena mundurnya kader Demokrat, Ketua DPC Partai Demokrat Purwakarta, Asep Chandra, angkat bicara.

Ia menegaskan jika sampai saat ini baru menerima surat pengunduran diri dan belum mengetahui alasan mereka mengundurkan diri, namun ia mengatakan jika kelaur masuknya kader dalam organisasi hal yang biasa.

"Walaupun sampai detik ini saya baru menerima belum tau isi pengunduran dirinya yang jelas tadi saya sampaikan alasan apapun yang terpenting dalam urusan apapun DPC partai Demokrat akan menjaga silaturahmi, dalam hal ini hal yang biasa dalam berorganisasi, dinamika berorganisasi hal yang biasa (kader Mundur)," ujar Asep, di kantor DPC Partai Demokrat Purwakarta, Kamis (4/5).

Asep menyatakan jika mereka para kader mengundurkan diri secara tiba-tiba, tidak ada informasi ataupun pembahasan sebelumnya terkait akan adanya para kader mundur massal.

Ia juga menyebutkan jika sebelum adanya surat pengunduran diri ini, ia sudah mengakui adanya surat undur diri dari Sekretaris Partai Demokrat Purwakarta namun yang bersangkutan mengajukan langsung ke Kantor DPD Partai Demokrat Di Jawa Barat.

"Sebelum surat pengunduran diri ini yang barusan saya terima, ada juga surat pengunduran diri yang di kirim ke DPD, mungkin bisa sampaikan Bu sekjen dan firman terus ada juga satu lagi, kalo saya berpikir mau masuk atau mundur tidak usah repot datang aja ke sini (kantor DPC ), jangan kan dia saya sebagai ketua DPC punya hak untuk mundur," ungkapnya.

Disinggung afek dari mundur massalnya para kader, Asep menyatakan jika tahapan Pemilu akan terus berlangsung dan tidak akan terganggu. Ia juga menyatakan sudah menyiapkan strategi untuk dapat mencapai target suara di Pemilihan Legislatif tahun 2024 mendatang.

"Insyaallah ada sebagian yang mengundurkan insyaallah Allah kami sudah mempersiapkan insyaallah tidak akan mengganggu tahapan pileg 2024, target suara kemarin waktu zoom dengan DPD target suara di Purwakarta untuk demokrat target 6 kursi minimal ada di tiap dapil," pungkasnya.

Diketahui, Berdasarkan Surat Keputusan KPU Purwakarta menetapkan ada 6 Dapil dan 50 kursi DPRD Kabupaten Purwakarta pada Pemilu 2024 mendatang.

Dapil Purwakarta 1, meliputi wilayah Kecamatan Purwakarta. Dapil Purwakarta 2, meliputi wilayah Kecamatan Campaka, Babakancikao, Bungursari dan Cibatu. Dapil Purwakarta 3, meliputi wilayah Kecamatan Wanayasa, Pasawahan, Pondoksalam dan Kiarapedes.

Dapil Purwakarta 4, meliputi wilayah Kecamatan Darangdan dan Bojong. Dapil Purwakarta 5, meliputi wilayah Kecamatan Plered, Manis dan Tegalwaru. Dapil Purwakarta 6, meliputi wilayah Kecamatan Jatiluhur, Sukatani dan Sukasari.

Rekomendasi