Takut gempa susulan, warga Palu & Donggala diminta tak di dalam rumah
Merdeka.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, para warga di Palu dan Donggala, Sulawesi Tenggara, telah mengungsi di pelataran depan rumah. Hal itu dikarenakan takut adanya gempa susulan.
"Banyak warga ngungsi atau berada di luar rumah. Karena pertama, kami menyarankan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di rumah, karena potensi gempa susulan akan terjadi," kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9).
Terlebih suasana di sana sangatlah gelap akibat tidak adanya listrik atau gardu yang bisa diaktifkan secara menyeluruh. "Apalagi listrik padam, sehingga gelap gulita, banyak ngungsi, ada yang di jalan, lapangan. Intinya tidak dalam rumah, tidak di tebing-tebing lereng," ujarnya.
Bukan hanya warga yang mengungsi di halaman atau pelataran depan rumah, melainkan juga para pasien yang ditempatkan sementara di halaman rumah sakit yang jauh dari tiang listrik, baliho dan pohon besar.
"Pasien di rumah sakit juga terpaksa dirawat, dibawa ke lapangan. Termasuk korban-korban kita rawat di halaman RS. Karena satu RS rusak, dua antisipasi gempa susulan itu di kota Palu," sebutnya.
Sampai saat ini pihaknya masih belum mendapatkan informasi dan melakukan komunikasi dengan tim yang ada di Donggala.
"Di Palu, Kabupaten Donggala belum dapat informasi. Karena memang kita belum bisa melakukan komunikasi," pungkasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya