Tak Perlu Timbangan, Ini Cara Mudah Ukur Porsi Makan Pakai Tangan: Cukup dengan Jari dan Telapak!

Dokter gizi bagikan trik praktis ukur porsi makan pakai tangan, tanpa timbangan! Ketahui berapa banyak karbohidrat, protein, dan lemak yang ideal untuk tubuh Anda.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tak Perlu Timbangan, Ini Cara Mudah Ukur Porsi Makan Pakai Tangan: Cukup dengan Jari dan Telapak!
Dokter gizi bagikan trik praktis ukur porsi makan pakai tangan, tanpa timbangan! Ketahui berapa banyak karbohidrat, protein, dan lemak yang ideal untuk tubuh Anda. (Merdeka.com)

Menakar porsi makanan seringkali menjadi tantangan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang tidak memiliki timbangan khusus di rumah. Namun, kini ada solusi praktis dan mudah yang bisa diterapkan siapa saja, kapan saja, hanya dengan menggunakan anggota tubuh sendiri. Dokter spesialis gizi dari Universitas Indonesia, dr. Consistania Ribuan, Sp.GK, AIFO-K, FINEM, membagikan metode inovatif ini.

Dalam sebuah gelar wicara Ravelle di Jakarta, Minggu, dr. Consistania menjelaskan bahwa tangan dapat menjadi alat ukur porsi makanan yang efektif dan personal. Metode ini dinilai sangat sederhana dan dapat menyesuaikan kebutuhan energi setiap individu secara otomatis, baik pria, wanita, remaja, maupun anak-anak.

Pendekatan visual dengan tangan ini sangat membantu menjaga keseimbangan gizi harian tanpa perlu menghitung kalori secara akurat. Ini adalah solusi ideal bagi mereka yang ingin menerapkan pola makan sehat tanpa kerumitan, memastikan asupan gizi yang cukup dan seimbang setiap hari.

Untuk menentukan porsi karbohidrat seperti nasi, pasta, kentang, atau sumber karbohidrat lainnya, Anda cukup menggunakan satu kepalan tangan. Metode ini sangat praktis karena ukuran tangan setiap orang secara alami mencerminkan kebutuhan energi tubuhnya masing-masing.

Dr. Consistania Ribuan menegaskan, "Porsi karbohidrat itu cukup satu kepalan tangan. Ukuran tangan saya dan Anda tentu berbeda, laki-laki dan perempuan juga berbeda, jadi otomatis menyesuaikan kebutuhan masing-masing." Hal ini memastikan bahwa porsi yang dikonsumsi sesuai dengan ukuran tubuh dan kebutuhan energi individu.

Dengan demikian, tidak ada lagi kebingungan mengenai seberapa banyak nasi atau roti yang harus dikonsumsi. Metode ini memberikan panduan visual yang mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sama halnya dengan karbohidrat, porsi protein juga dapat diukur menggunakan tangan. Untuk sumber protein seperti ayam, daging, ikan, tahu, atau tempe, gunakan ukuran telapak tangan Anda.

Menurut dr. Consistania, "Minimal satu telapak tangan untuk protein tiap kali makan, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak atau dewasa." Ukuran ini mencakup bagian telapak tangan tanpa jari-jari.

Panduan ini memudahkan dalam memastikan asupan protein yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh. Protein adalah makronutrien esensial yang penting untuk berbagai fungsi tubuh.

Lemak juga merupakan bagian penting dari piring makanan, namun perlu diperhatikan jenis dan porsinya. Untuk lemak jahat seperti mayones, margarin, atau minyak goreng, porsinya sangat terbatas.

Dr. Consistania menjelaskan, "Kadang kita pesan salad, tapi dressing-nya kebanyakan. Padahal lemak jahat itu jatahnya cuma seujung jempol." Ini berarti hanya bagian paling atas dari jari jempol yang menjadi acuan.

Sementara itu, untuk lemak baik yang berasal dari kacang-kacangan (yang tidak digoreng), ukuran satu genggam tangan yang membentuk mangkuk bisa dijadikan acuan. Serat dari buah dan sayuran juga tidak boleh dilupakan, dan seringkali menjadi bagian yang paling kurang dikonsumsi. Ukurannya juga kira-kira satu mangkuk tangan.

  • Karbohidrat: Satu kepalan tangan
  • Protein: Satu telapak tangan (tanpa jari)
  • Lemak Jahat: Seujung jempol
  • Lemak Baik (kacang-kacangan tanpa goreng): Satu genggam tangan membentuk mangkuk
  • Serat (buah dan sayur): Satu genggam tangan membentuk mangkuk

Meskipun metode ini tidak dirancang untuk perhitungan kalori yang sangat akurat, pendekatan visual ini sangat efektif untuk menjaga keseimbangan gizi harian. Ini adalah cara praktis bagi siapa saja yang ingin makan sehat tanpa harus terbebani dengan perhitungan yang rumit.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi