Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, baru-baru ini menyerukan kepada generasi muda Indonesia, khususnya Generasi Z, untuk mengambil peran strategis dalam berbagai program terkait transmigrasi. Ajakan ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan yang adil serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Pernyataan penting tersebut disampaikan oleh Menteri Suryanagara di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta. Ia menekankan bahwa keterlibatan generasi muda sangat krusial dalam upaya pembangunan ekonomi bangsa melalui inisiatif transmigrasi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian Transmigrasi memperkenalkan inisiatif "Open House 24 Jam". Program ini menyediakan platform bagi seluruh warga, termasuk kaum muda, untuk memperoleh informasi dan wawasan mengenai gerakan transmigrasi, baik secara daring maupun luring.
Advertisement
Advertisement
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara secara tegas menyatakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam program transmigrasi. "Tujuan kami adalah mencari cara untuk menggalang masyarakat dari Gen Z dan generasi lainnya untuk berkontribusi dan berpartisipasi dalam upaya pembangunan ekonomi nasional melalui program transmigrasi," ujarnya di Kantor Kementerian Transmigrasi di Jakarta pada Sabtu.
Inisiatif ini menandai langkah strategis pemerintah untuk menjangkau segmen demografi yang seringkali kurang terekspos pada isu-isu pembangunan pedesaan. Generasi Z diharapkan dapat membawa ide-ide segar dan inovasi dalam pengembangan kawasan transmigrasi.
Keterlibatan mereka tidak hanya terbatas pada aspek fisik pembangunan, tetapi juga pada penyebaran informasi dan pemanfaatan teknologi. Hal ini sejalan dengan karakteristik Gen Z yang akrab dengan dunia digital dan media sosial.
Advertisement
Advertisement
Sebagai upaya konkret untuk meningkatkan partisipasi, Kementerian Transmigrasi meluncurkan program "Open House 24 Jam". Inisiatif ini dirancang sebagai wadah bagi masyarakat, termasuk Pemuda Gen Z, untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai program transmigrasi.
Menteri Suryanagara menggarisbawahi bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kesadaran publik. Pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya program transmigrasi dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat sangatlah vital.
Penyebaran informasi yang intensif dianggap esensial untuk menggalang dukungan dan legitimasi publik. Dukungan ini diperlukan bagi upaya pemerintah dalam mengembangkan dan memajukan zona transmigrasi di seluruh penjuru negeri.
Advertisement
Program Open House ini telah dimulai pada Sabtu pukul 08.00 waktu setempat dan berlangsung selama 24 jam di Kantor Kementerian Transmigrasi di Jakarta Selatan. Selama kegiatan ini, warga dapat mengajukan pertanyaan, memberikan masukan atau ide, serta menyampaikan kritik secara langsung atau melalui media sosial.
Advertisement
Suryanagara mengamati bahwa Pemuda Gen Z, yang lahir setelah tahun 1999, cenderung memiliki sedikit atau bahkan tidak ada pengetahuan tentang sejarah dan signifikansi gerakan transmigrasi. Padahal, transmigrasi merupakan salah satu inisiatif unggulan mantan Presiden Soeharto yang memiliki dampak besar.
Untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan ini, kementerian mengundang tokoh-tokoh kunci untuk berbagi pengalaman mereka. Salah satunya adalah Eko Putro Sandjojo, yang pernah menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada periode 2016–2019.
Ia menyoroti bahwa beberapa program transmigrasi prioritas telah diluncurkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat yang tinggal di daerah di luar Jabodetabek dan mendorong pembangunan yang inklusif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews