Tahukah Anda, Polres OKU Bangun Dapur SPPG Raksasa Seluas 500 Meter Persegi Dukung Makan Bergizi Gratis?

Polres OKU serius dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membangun Dapur SPPG seluas 500 meter persegi di Baturaja, wujud nyata komitmen Polri penuhi gizi anak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Polres OKU Bangun Dapur SPPG Raksasa Seluas 500 Meter Persegi Dukung Makan Bergizi Gratis?
Polres OKU serius dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membangun Dapur SPPG seluas 500 meter persegi di Baturaja, wujud nyata komitmen Polri penuhi gizi anak. (Merdeka.com)

Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, secara resmi memulai pembangunan satu Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional. Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk mendukung penuh program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Peletakan batu pertama dilakukan pada Sabtu (20/9) di Baturaja, menandai dimulainya proyek penting ini demi kesejahteraan masyarakat.

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas sekitar 500 meter persegi untuk fasilitas tersebut. Lokasi strategis ini berada di area Polsek Baturaja Timur, menjadikannya pusat distribusi gizi yang mudah diakses oleh warga. Pembangunan Dapur SPPG ini akan menjadi pengembangan dari dapur MBG yang sebelumnya sudah beroperasi di Kota Baturaja, memperluas jangkauan layanan.

"Alhamdulillah hari ini mulai dilakukan peletakan batu pertama pembangunan dapur MBG jajaran Polres OKU," kata AKBP Endro Aribowo. Dapur SPPG ini nantinya akan dikelola langsung di bawah naungan Yayasan Bhayangkari Polres OKU, memastikan operasional yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan untuk masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen nyata dari kepolisian.

Pembangunan Dapur SPPG oleh jajaran Polres OKU ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan Polri terhadap program nasional Presiden RI. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten OKU, yang menjadi fokus utama. Dengan fasilitas ini, diharapkan kualitas kesehatan generasi muda dapat meningkat secara signifikan dan merata.

Kapolres Endro Aribowo menegaskan pentingnya inisiatif ini bagi masa depan anak-anak di daerah tersebut. "Kami ingin memastikan kebutuhan gizi anak-anak di OKU terpenuhi, karena ini sangat berpengaruh pada tumbuh kembang mereka di masa depan,” ujarnya. Komitmen ini mencerminkan kepedulian Polri terhadap kesejahteraan dan potensi pertumbuhan anak-anak sebagai aset bangsa.

Pengelolaan Dapur SPPG yang berada di bawah Yayasan Bhayangkari Polres OKU menjamin akuntabilitas dan efisiensi dalam setiap tahapan. Yayasan ini akan bertanggung jawab penuh atas operasional harian, mulai dari pengadaan bahan baku berkualitas hingga proses distribusi makanan bergizi secara tepat waktu. Langkah ini menunjukkan sinergi kuat antara aparat keamanan dan organisasi pendukung dalam mencapai tujuan mulia bersama.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung oleh Dapur SPPG ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemenuhan gizi masyarakat secara umum. Lebih dari itu, program ini juga menjadi langkah preventif yang krusial dalam menekan angka stunting dan permasalahan kesehatan lainnya di Kabupaten OKU. Stunting merupakan masalah serius yang dapat menghambat potensi tumbuh kembang anak secara permanen, baik fisik maupun kognitif.

Dengan adanya Dapur SPPG ini, Polres OKU berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat luas. Sinergi ini sangat penting dalam menjaga kesehatan generasi muda dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal bagi setiap anak. Kerjasama lintas sektor akan memperkuat dampak positif program ini secara berkelanjutan.

"Pembangunan SPPG Polres OKU diharapkan menjadi fasilitas pelayanan gizi strategis yang tidak hanya untuk warga sekitar, namun juga sebagai percontohan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat luas," kata Kapolres. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain, menunjukkan efektivitas pendekatan terpadu dalam peningkatan gizi dan kesehatan publik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi