Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri, Jawa Timur, mengambil langkah progresif dengan memfasilitasi ujian tengah semester (UTS) bagi anak berhadapan dengan hukum (ABH). Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan hak pendidikan formal tetap terpenuhi bagi empat anak binaan yang sedang menjalani proses hukum.
Ujian tersebut diselenggarakan di ruang perpustakaan Lapas Kediri dengan pengawasan ketat dari petugas, menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Pelaksanaan UTS ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kediri dalam menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak di bawah pembinaan mereka.
Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Solichin, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan. Pihak Lapas bekerja sama dengan sekolah asal ABH untuk menyiapkan soal dan mekanisme penilaian, memastikan proses pendidikan selaras dengan sistem di luar.
Advertisement
Advertisement
Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Solichin, menekankan bahwa pihaknya berupaya penuh menyediakan fasilitas yang mendukung pendidikan anak binaan. Hal ini dilakukan agar mereka dapat mengikuti ujian dengan baik, meskipun sedang menjalani masa pembinaan. “Kami berupaya menyediakan fasilitas yang mendukung agar anak binaan dapat mengikuti ujian dengan baik. Pendidikan harus tetap berjalan meski mereka sedang menjalani masa pembinaan,” katanya di Kediri.
Solichin mengungkapkan, terdapat empat ABH yang berada dalam pengawasan kejaksaan mengikuti ujian tengah semester di Lapas Kelas IIA Kediri. Ujian ini berlangsung di ruang perpustakaan dengan suasana yang aman, tertib, dan lancar berkat pengawasan petugas. Program ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kediri untuk menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak binaan.
Dengan dukungan ruang ujian yang memadai, para peserta dapat berkonsentrasi penuh menyelesaikan soal yang diberikan. Pentingnya peran pendidikan dalam proses pembinaan terhadap ABH juga dijelaskan oleh Solichin. Fasilitasi ini dianggap sebagai hak anak yang harus dipenuhi, mendukung pengembangan potensi diri mereka.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan ujian bagi ABH ini melibatkan pihak sekolah asal anak binaan yang menyiapkan soal sesuai kurikulum serta mengatur mekanisme penilaian. Kolaborasi ini memastikan proses pendidikan di dalam Lapas tetap selaras dengan sistem pembelajaran di luar. Ini adalah upaya nyata untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak.
Selama waktu ujian, anak binaan menunjukkan keseriusan dan fokus tinggi dalam mengerjakan soal. Mereka juga memperlihatkan motivasi yang kuat untuk terus belajar dan memperbaiki diri. “Harapannya kegiatan ini menjadi bekal positif bagi anak binaan untuk mengembangkan potensi diri, menjaga semangat belajar, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Kalapas Solichin.
Penasihat hukum ABH, Moh Rofian, juga turut mendampingi anak-anak tersebut selama proses ujian di Lapas Kelas IIA Kediri. “Kami mendampingi klien kami, empat anak sedang berhadapan dengan hukum agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang sama untuk mengikuti UTS. Meski berada di lapas, mereka juga harus mendapat perhatian dalam hal pendidikan,” ujar Rofi.
Advertisement
Empat anak tersebut ditahan terkait kasus pencurian saat aksi massa yang terjadi pada akhir Agustus 2025 di gedung DPRD Kabupaten Kediri. Meskipun kasus hukum yang menimpa anak-anak tersebut saat ini masih dalam proses persidangan, Lapas Kediri tetap berkomitmen penuh. Mereka memastikan bahwa hak pendidikan mereka tidak terabaikan dan tetap menjadi prioritas utama. Inisiatif Lapas Kediri Fasilitasi Ujian ABH ini merupakan contoh nyata implementasi hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Sumber: AntaraNews