Tahukah Anda? Kalimantan Selatan Pamerkan Pesona Alam dan Kuliner di CAEXPO Nanning, China

Pemerintah Kalimantan Selatan memukau pengunjung di CAEXPO Nanning, China, dengan memamerkan pesona alam dan kuliner khas, serta potensi investasi yang menarik, menjadikan Pesona Kalsel di China sebagai daya tarik utama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Kalimantan Selatan Pamerkan Pesona Alam dan Kuliner di CAEXPO Nanning, China
Pemerintah Kalimantan Selatan memukau pengunjung di CAEXPO Nanning, China, dengan memamerkan pesona alam dan kuliner khas, serta potensi investasi yang menarik, menjadikan Pesona Kalsel di China sebagai daya tarik utama. (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional dengan berpartisipasi aktif di China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2025. Acara bergengsi ini berlangsung di Nanning, Provinsi Guangxi, China, menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi daerah.

Dalam pameran yang digelar pada 17-21 September tersebut, Kalimantan Selatan menempati Paviliun City of Charm. Mereka secara khusus menonjolkan keindahan alam dan kelezatan kuliner khas dari Banjarmasin, Tanah Bumbu, hingga Tapin.

Selain itu, partisipasi ini juga membuka peluang investasi signifikan di sektor pertambangan dan perkebunan. Langkah ini diharapkan dapat menjalin kerja sama yang lebih erat di bidang perdagangan, investasi, dan kemitraan strategis dengan negara-negara ASEAN, khususnya Provinsi Guangxi.

Mengenal Lebih Dekat Pesona Kalimantan Selatan di CAEXPO

Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Iwan Bagiawan, menegaskan bahwa keikutsertaan ini merupakan upaya serius untuk memperkenalkan kekayaan daerah. “Partisipasi ini diharapkan menjadi langkah untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis dengan pemerintah, perusahaan dan masyarakat ASEAN dan khususnya di provinsi Guangxi,” ujarnya.

Kalimantan Selatan memamerkan berbagai daya tarik mulai dari keindahan alam yang memukau hingga kuliner khas yang menggugah selera. Potensi investasi di sektor pertambangan dan perkebunan juga menjadi sorotan utama, menarik minat para investor global.

Iwan Bagiawan juga menyoroti kesamaan karakteristik antara Kalimantan Selatan dan Guangxi. Kedua wilayah ini memiliki kemiripan dalam hal sumber daya alam, pertanian, perkebunan, dan pertambangan, yang menjadi dasar kuat untuk kolaborasi di masa depan.

Peran Indonesia dan Capaian Gemilang di CAEXPO

Selain Kalimantan Selatan, delegasi Indonesia secara keseluruhan juga hadir dengan kekuatan penuh di CAEXPO 2025. Kementerian Perdagangan memimpin Paviliun Komoditas Indonesia yang menampilkan 74 booth.

Berbagai produk unggulan Indonesia dipamerkan, meliputi sawit dan turunannya, kerajinan tangan, kopi, cengkeh, buah tropis, furnitur, fesyen, serta potensi wisata yang memikat. Kehadiran ini menunjukkan keragaman dan kualitas produk Indonesia di pasar global.

Tidak hanya itu, Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia) dan Telin (Telekomunikasi Indonesia) turut memamerkan pencapaian di bidang teknologi. Mereka menampilkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan ekosistem ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang pesat.

Wakil Duta Besar Indonesia untuk China, Parulian Silalahi, menekankan pentingnya partisipasi ini. “Partisipasi Indonesia di CAEXPO-CABIS 2025 bukan sekadar mempromosikan produk, tapi memperkuat kemitraan strategis dengan China dan ASEAN,” ucapnya, seraya menambahkan bahwa ini adalah momentum penting untuk memperkuat rantai pasok global, mendorong ekspor UMKM, dan menarik investasi berkelanjutan.

Pada CAEXPO 2024, Indonesia berhasil meraih tujuh penghargaan bergengsi, termasuk Best National Pavilion. Prestasi ini menjadi modal berharga untuk meraih capaian yang lebih tinggi pada pameran tahun 2025.

CAEXPO: Jembatan Kerja Sama Ekonomi ASEAN-China

CAEXPO, yang diselenggarakan bersamaan dengan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) setiap tahun, telah menjadi platform kunci sejak 2004. Acara ini merupakan pilar utama dalam pelaksanaan kesepakatan China ASEAN Free Trade Area (CAFTA).

Pameran ini mempertemukan ribuan pelaku usaha, investor, dan pejabat pemerintah dari berbagai negara. CAEXPO menjadi pintu masuk strategis bagi produk-produk dari negara-negara ASEAN untuk menembus pasar China yang sangat besar.

Khusus untuk Indonesia, partisipasi di CAEXPO 2025 juga memiliki makna ganda. Acara ini didedikasikan untuk menandai 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan China, memperkuat ikatan persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin lama.

Wakil Presiden China, Han Zheng, dalam pidatonya menyoroti bahwa China dan ASEAN telah menjadi mitra dagang utama satu sama lain selama beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan volume perdagangan dua arah mencapai 686,78 miliar dolar AS (sekitar Rp11.300 triliun) dari Januari hingga Agustus 2025, meningkat 8,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Investasi timbal balik juga signifikan, melampaui 450 miliar dolar AS (Rp7.404 triliun) hingga Juli 2025.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi