Tahukah Anda? JFW 2026 Hadirkan Kolaborasi Unik Jenama Lokal & Komunitas Robotik dalam Konsep 'Fragment of Anomaly

Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 mengejutkan dengan kolaborasi empat jenama lokal dan komunitas robotik RATS, menampilkan 'Fragment of Anomaly' persembahan Infinix. Apa saja yang menarik?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? JFW 2026 Hadirkan Kolaborasi Unik Jenama Lokal & Komunitas Robotik dalam Konsep 'Fragment of Anomaly
Kolaborasi JFW Infinix di Jakarta Fashion Week 2026 memukau dengan perpaduan fesyen lokal dan seni robotik RATS, menampilkan 'Fragments of Anomaly' yang futuristik. (AntaraNews)

Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 kembali menjadi sorotan dengan persembahan istimewa dari Infinix. Empat jenama lokal terkemuka berkolaborasi dengan komunitas Robotika Art Technology and Science Performative (RATS) dalam sebuah runway yang memukau. Acara ini berlangsung di Jakarta pada 27 Oktober, menghadirkan nuansa futuristik yang belum pernah ada sebelumnya.

Kolaborasi unik ini menampilkan estetika kontras dari Danjyo Hiyoji, Othman Id, Callie Homme, dan PEAU. Mereka menyatu dengan eksplorasi robotika dan seni performatif dari RATS. Konsep yang diusung bertajuk “Fragment of Anomaly”, menawarkan pengalaman fesyen yang mendalam.

Persembahan ini tidak hanya memamerkan koleksi busana terbaru, tetapi juga mengkampanyekan Infinix ‘Jadiin Style Lo’. Tujuannya adalah menyatukan teknologi, gaya, dan futurisme dalam satu panggung kreatif. Ini menjadi ajang penting bagi industri fesyen dan teknologi di Indonesia.

Fragment of Anomaly: Perpaduan Gaya dan Teknologi di JFW 2026

Konsep "Fragment of Anomaly" menjadi inti dari persembahan Infinix di JFW 2026. Konsep ini secara cermat mengumpulkan berbagai fragmen gaya dari para desainer yang berkolaborasi. Setiap desainer memiliki ciri khasnya sendiri yang kemudian diperkaya dengan sentuhan seni performatif dari RATS. Sergio Ticoalu, Head of Marketing Infinix Indonesia, menjelaskan bahwa ini adalah upaya untuk menunjukkan kebebasan berekspresi.

Ticoalu menyatakan, “’Fragments of Anomaly’ karena kalau kita lihat itu dari teman-teman desainernya juga yang berkolaborasi dengan kita punya gaya masing-masing dan sentuhan performing art dari RATS ini, yang kita maksud banyaknya fragment ini kita kumpulkan jadi satu bareng Infinix, kita ingin kasih tau bahwa untuk jadi jati diri lu yang sesungguhnya itu sebenarnya bisa dilakukan semau lu.” Pernyataan ini menegaskan filosofi di balik kolaborasi tersebut. Hal ini mendorong individu untuk mengekspresikan jati diri mereka tanpa batasan.

Melalui konsep ini, JFW 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran busana. Ini juga merupakan platform untuk menyuarakan pesan tentang identitas dan keberanian dalam berekspresi. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana fesyen dapat berinteraksi dengan teknologi. Ini menciptakan narasi yang lebih kaya dan relevan dengan zaman modern.

Koleksi Eksklusif dari Empat Jenama Lokal di JFW 2026

Empat jenama lokal yang terlibat dalam JFW 2026 ini masing-masing membawa interpretasi unik mereka. Danjyo Hiyoji menghadirkan koleksi “The Aftermatch”, yang mengeksplorasi keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan. Koleksi ini ditandai dengan siluet rileks, material ringan, serta detail eksperimental yang inovatif. Dana Maulana, Co-Founder and Director Danjyo Hiyoji, menjelaskan inspirasi di balik koleksi tersebut.

Maulana mengungkapkan, “The Aftermath itu sebenarnya ada dua sisi inspirasinya, satu karena dengan Infinix ini, Danjyo Hiyoji show closing tahun ini terakhir. Jadi, aku melihat di waktu yang super singkat pada saat pengerjaannya, aku melihat banyak sisa-sisa pola, seperti pola kerah, lengan, yang aku pikir ini bisa aku rework ulang untuk menjadi sebuah item.” Ini menunjukkan proses kreatif yang mendalam. Koleksi ini memanfaatkan sisa-sisa pola untuk menciptakan karya baru yang segar.

Jenama PEAU, melalui Canesia Andhani Soekotjo, menampilkan “Nomadic Ease”. Koleksi ini merefleksikan ketenangan di tengah dinamika kehidupan. Perpaduan material seperti kulit, wol, dan tekstur ular menjadi ciri khasnya. Anes menjelaskan, “Koleksi Nomadic Ease ini personally buat aku kayak sebuah pelajaran, supaya how to make it perfect itu kita harus tetap stay calm, makanya di sebuah koleksi saya akan ada banyak kunci dan rantai.” Pesan mendalam tentang ketenangan batin ini terwujud dalam setiap detail busana.

OTHMAN ID mempersembahkan “Eternal Elegance”, sebuah koleksi yang memadukan pesona klasik dan kemewahan modern. Koleksi ini menonjolkan craftsmanship tinggi. Sementara itu, Callie Homme dengan “Refined Code” fokus pada desain fungsional dan tailoring halus. Ini menciptakan kesan ketenangan dan keanggunan yang abadi. Keempat jenama ini sukses menunjukkan keberanian berekspresi di JFW 2026.

Robotika dan Seni Performatif RATS

Kehadiran komunitas Robotics Art Technology and Science Performative (RATS) memberikan dimensi baru pada JFW 2026. Mereka tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian integral dari narasi "Fragment of Anomaly". Eksplorasi robotika dan seni performatif yang mereka bawa memperkaya pengalaman visual. Ini menciptakan jembatan antara dunia fesyen dan teknologi canggih.

Jalaludin Bulqini, Director dan Visual Artist RATS, menjelaskan makna di balik kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa ‘Fragments of Anomaly’ adalah refleksi tentang hubungan antara manusia dan teknologi. Ini menunjukkan bagaimana harmoni dapat tercipta di antara ketepatan mesin dan spontanitas manusia. Pandangan ini menawarkan perspektif yang mendalam tentang masa depan interaksi manusia-teknologi.

Bulqini menegaskan, “Melalui karya ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi pun dapat menjadi medium yang puitis dan penuh emosi.” Pernyataan ini menyoroti potensi teknologi sebagai alat ekspresi artistik. Kolaborasi ini membuktikan bahwa robotika bukan hanya tentang fungsionalitas. Ini juga bisa menjadi sarana untuk menyampaikan pesan emosional dan estetika yang kompleks. JFW 2026 menjadi saksi bisu inovasi ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi