Medan, Sumatera Utara – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini menyatakan bahwa Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, memiliki potensi besar untuk terintegrasi dengan kebutuhan industri. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah keterangan tertulis di Medan, Sabtu (20/9), menyoroti peran strategis TSTH2 dalam pengembangan ekonomi nasional.
Airlangga Hartarto berharap keberadaan Herbal Science Park ini dapat mengembangkan kemampuan sekuensing genom secara maksimal. Selain itu, produk-produk yang dihasilkan dari taman ini diharapkan dapat langsung terhubung dengan kebutuhan sektor industri. Inisiatif ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendorong hilirisasi produk berbasis sumber daya alam.
Pembangunan TSTH2 yang berlokasi di area hutan seluas 500 hektar ini dipuji sebagai pusat riset penting untuk pengembangan pangan dan herbal. Dengan fasilitas modern yang lengkap, taman ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produk pertanian Indonesia. Keberadaan TSTH2 juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.
Advertisement
Advertisement
Menteri Koordinator Airlangga Hartarto secara tegas menyatakan bahwa TSTH2 harus mampu mengembangkan kapabilitas sekuensing genom yang mumpuni. Kemampuan ini sangat krusial untuk menghasilkan bibit unggul dan produk herbal berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar pasar. Integrasi dengan industri menjadi kunci utama agar hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium.
Pemerintah akan terus mendorong industri yang mengandalkan bahan baku berbasis agro untuk terus mengembangkan bibit unggul mereka. "Kami akan terus mendorong industri yang mengandalkan bahan baku berbasis agro untuk terus mengembangkan bibit mereka," ujar Hartarto. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem industri pertanian dari hulu hingga hilir.
Menurut Airlangga, tidak akan ada hasil pertanian berkualitas tanpa adanya teknologi dan riset mendalam terhadap bibit unggul untuk budidaya tanaman herbal dan hortikultura. Oleh karena itu, keberadaan TSTH2 sangat dihargai karena mendukung swasembada pangan nasional dan hilirisasi produk sumber daya alam. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan pertanian Indonesia.
Advertisement
Advertisement
TSTH2, yang membentang di area seluas 500 hektar, dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern yang mendukung riset dan pengembangan. Fasilitas tersebut meliputi rumah kaca, lahan uji ekstraksi herbal, laboratorium pascapanen, hingga unit produksi pupuk hayati. Kelengkapan ini menjadikan TSTH2 sebagai pusat riset yang komprehensif.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menambahkan bahwa taman ini berfungsi sebagai pusat riset genomik untuk komoditas pertanian. Kecepatan dalam melakukan genomik saat ini disebutnya tidak tertandingi, berkat teknologi yang telah terpasang di TSTH2. "Jadi, ketika kita melakukan genomik, kecepatannya tidak tertandingi. Semuanya sudah terpasang, dan kita akan melihat prosesnya berjalan cepat, dan kita tidak lagi hanya bermimpi," kata Pandjaitan.
Dengan teknologi canggih ini, diharapkan proses identifikasi dan pengembangan varietas unggul dapat dilakukan dengan lebih efisien dan akurat. Riset genomik akan memungkinkan para peneliti untuk memahami karakteristik genetik tanaman, sehingga dapat menciptakan bibit yang lebih tahan penyakit, produktif, dan memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik. Keunggulan ini akan memberikan nilai tambah signifikan bagi produk pertanian lokal.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa TSTH2 akan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Keberadaan taman ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat riset, tetapi juga katalisator bagi peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar. Inovasi yang dihasilkan akan langsung dirasakan dampaknya.
"TSTH2 akan memberikan inovasi dan solusi di sektor pertanian kita, sehingga berdampak nyata pada ketahanan pangan nasional, khususnya di Sumatera Utara," ujar Bobby Nasution. Pernyataan ini menggarisbawahi peran vital TSTH2 dalam mendukung agenda ketahanan pangan daerah dan nasional. Dengan demikian, TSTH2 menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Pengembangan Herbal Science Park ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui pelatihan dan transfer teknologi, masyarakat dapat mengadopsi praktik pertanian modern yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ini adalah investasi strategis untuk masa depan pertanian Indonesia yang lebih baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews