Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan daerah. Sebanyak 10 desa di Kabupaten Situbondo kini merasakan dampak positifnya dengan menerima alokasi Bantuan Keuangan Desa Situbondo. Total dana yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar, yang ditujukan untuk mempercepat pengembangan potensi lokal.
Bantuan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, secara langsung menunjuk desa-desa penerima Bantuan Keuangan Desa Situbondo ini. Penunjukan tersebut didasarkan pada kriteria ketat yang mencerminkan geliat pembangunan desa.
Pengumuman mengenai bantuan ini disampaikan pada Selasa (09/9) di Situbondo. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Jatim untuk mendukung kemandirian desa. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap desa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Advertisement
Advertisement
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menjelaskan bahwa pemilihan 10 desa penerima Bantuan Keuangan Desa Situbondo ini tidak dilakukan sembarangan. Kriteria utama yang diterapkan adalah desa tersebut belum pernah menerima bantuan sejenis sebelumnya. Selain itu, desa harus menunjukkan "geliat" atau perkembangan signifikan dalam berbagai sektor.
Geliat yang dimaksud mencakup kemajuan di bidang ekonomi, pariwisata, atau inisiatif pembangunan lainnya. Bupati Rio memberikan contoh Desa Klatakan di Kecamatan Kendit sebagai salah satu penerima yang memenuhi kriteria ini. "Intinya, desa yang mendapatkan bantuan adalah yang punya geliat mengembangkan potensi di desa itu," ujarnya.
Desa Klatakan, misalnya, telah menunjukkan upaya nyata dalam membangun kehidupan masyarakat melalui usaha mikro kecil menengah. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memberdayakan potensi lokal. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat inisiatif serupa di desa-desa lainnya.
Advertisement
Advertisement
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo, Suriyatno, merinci alokasi Bantuan Keuangan Desa Situbondo yang diterima oleh masing-masing desa. Empat desa mendapatkan alokasi khusus untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Desa-desa tersebut adalah Desa Parante (Kecamatan Asembagus), Desa Wringinanom (Kecamatan Panarukan), Desa Gunung Malang (Kecamatan Suboh), dan Desa Plalangan (Kecamatan Sumbermalang).
"Empat desa tersebut mendapatkan bantuan keuangan khusus masing-masing Rp100 juta untuk pengembangan BUMDesa," kata Suriyatno. Dana ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas BUMDesa dalam menggerakkan perekonomian lokal. Pengembangan BUMDesa menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain itu, enam desa lainnya juga menerima bantuan dengan kategori berbeda. Desa Klatakan (Kecamatan Kendit), Desa Tlogosari (Kecamatan Sumbermalang), dan Desa Kotakan (Kecamatan Situbondo) masing-masing mendapatkan Rp100 juta. Dana ini dialokasikan untuk kategori desa berdaya, yang bertujuan menciptakan ikon desa melalui padat karya dan pemberdayaan ekonomi.
Advertisement
Tiga desa terakhir, yakni Desa Paowan (Kecamatan Panarukan), Desa Talkandang (Kecamatan Situbondo), dan Desa Kesambirampak (Kecamatan Kapongan), menerima bantuan sebesar Rp170 juta. Mereka adalah penerima program Jatim Puspa, yang dapat digunakan untuk pengadaan barang atau peralatan usaha. Suriyatno menambahkan bahwa bantuan keuangan khusus ini disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing desa dan perencanaan yang telah tertuang dalam musyawarah desa.
Sumber: AntaraNews