Pengemudi Pajero diduga kabur usai melakukan tabrak lari dan meninggalkan mobilnya.
Advertisement
Mobil Pajero putih DK 1682 QJ yang masuk areal Pantai Bangsal mengalami penyok di bagian depannya.
"Setelah dilakukan pemeriksaan kendaraan tersebut tidak ditemukan pengemudinya. Kendaraan dengan kondisi bamper depan rusak, kaca terbuka, pintu tidak terkunci, AC hidup, minitor dalam mobil hidup, engine mati, tidak ditemukan kunci kontak."
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi
Advertisement
Merdeka.com
Advertisement
Mobil Pajero tersebut diduga melalukan tabrak lari di Simpang, Jalan Sunset Road- Jalan Kunti, Kilo Meter (KM) 18, di Kecamatan Kuta, Bali, pada Kamis (27/7) sekitar pukul 01:45 WITA.
Advertisement
"Kalau lihat (nopol) DK mobil-nya dan SPT (surat pemberitahuan pajak) ada kecocokan," kata Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, saat dikonfirmasi, Kamis (27/7).
Sementara peristiwa tabrak lari itu menewaskan satu orang pengendara sepeda motor bernama Ni Wayan Madiani (50) warga Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Kronologisnya, saat itu pengendara mobil merek Yaris dengan nopol B 1526 TKW dikendarai oleh oleh Hariyanto Christian dan mobil merek Mitsubishi DK 1682 QJ yang belum diketahui identitas pengemudinya, awalnya bergerak beriringan dari selatan ke utara. Selanjutnya, saat tiba di TKP mobil Yaris berhenti karena lampu merah dan tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh mobil Mitsubishi DK 1682 QJ.
Kemudian, mobil Mitsubishi DK 1682 QJ bergerak mundur dan selanjutnya bergerak maju membelok ke timur dan menabrak sepeda motor merek Honda Vario DK 6462 QS yang dikemudikan oleh korban Ni Wayan Madiani. Setelah menabrak, pelaku bergerak meninggalkan TKP menuju ke arah utara. "Pengendara mobil Mitsubishi DK 1682 QJ meninggalkan TKP. Dan (korban Ni Wayan Madiani) mengalami luka pada kepala, kaki dan badan lecet, dan meninggal dunia di TKP. Untuk pengemudi (Mobil Yaris) mengalami kerusakan kendaraan," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
"Pelaku masih diburu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar AKP Sukadi.