Suasana Panik 500 Siswa Kembali Tumbang Imbas Keracunan MBG di Cipongkor, Sirine Ambulans Meraung-raung

Puluhan mobil ambulans terpantau siaga di halaman kantor kecamatan itu. Beberapa unit terlihat terus hilir-mudik, dengan sirine meraung-raung.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Suasana Panik 500 Siswa Kembali Tumbang Imbas Keracunan MBG di Cipongkor, Sirine Ambulans Meraung-raung
Suasana Panik 500 Siswa Kembali Tumbang Imbas Keracunan MBG di Cipongkor, Sirine Ambulans Meraung-raung (Merdeka.com)

Suasana panik kembali pecah di GOR Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (24/9) sore. Itu menyusul terus bertambahnya korban siswa yang mengalami gejala keracunan usai menyantap Makanan Gizi Gratis (MBG) pada Rabu (24/9).

Puluhan mobil ambulans terpantau siaga di halaman kantor kecamatan itu. Beberapa unit terlihat terus hilir-mudik, dengan sirine meraung-raung, keluar-masuk kawasan lingkungan Kecamatan Cipongkor yang menjadi salah satu posko utama penanganan korban keracunan MBG

Selain itu, terpantau 2 tenda BNPB mulai didirikan. Ratusan warga termasuk kerabat para korban terlihat memenuhi area tersebut.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman pun meninjau kondisi penanganan ratusan siswa keracunan di wilayah Bandung Barat, khususnya di Kecamatan Cipongkor. Berdasarkan data terbaru yang diperolehnya, ada sekitar 500 siswa mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat yang mengeluhkan keracunan di wilayah Cipongkor, KBB, pada hari Rabu 24 September 2025 ini.

"Teridentifikasi ada 500 yang mengeluh dan langsung kami tangani," katanya, saat dijumpai wartawan di Kecamatan Cipongkor, Rabu (24/9).

Dari jumlah tersebut, sekitar 400 di antara ditangani di posko Kecamatan, sedangkan 100 lainnya di posko puskesmas di wilayah Citalem. 

Gejala yang Dirasakan

Dia menyebut, para siswa yang terpapar keracunan mengalami sejumlah gejala mulai pusing, mual, sesak. Ada juga yang kejang-kejang, tapi kata dia itu tidak banyak. Sejumlah gejala tersebut dikeluhkan usai mereka menyantap paket MBG yang didistribusikan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Neglasari. 

Dapur SPPG ini, berbeda dengan dapur SPPG Cipari, Kecamatan Cipongkor, yang mendistribusikan paket MBG yang berujung keracunan massal ratusan siswa pada Senin (22/9) hingga Selasa (23/9).

"Keluhannya pada umumnya itu mual, kemudian sesak, pusing, lemas. Ada juga 1–2 yang kejang, sebagian besar lemas, pusing, mual, dan ada juga yang sesak," kata dia.

Selain di wilayah kecamatan Cipongkor, dia menyebut bahwa keracunan siswa akibat MBG juga terjadi di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, pada hari Rabu (24/9) ini. Sekitar 50 siswa terdata mengalami keracunan,  dengan korbannya yang diprediksi terus bertambah.

"Perkembangan terakhir di Cihampelas 50 lebih, tapi dinamis. Jadi kami terus monitor," ujar dia.

Tetapkan Status KLB

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) usai ratusan siswa mengalami keracunan massal usai menyantap MBG yang didistribusikan oleh Dapur SPPG Cipari.

Ini menyusul terjadinya keracunan massal yang dialami ratusan siswa usai mengkonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, KBB, pada Senin (22/9).

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyebut penetapan status KLB dilakukan seiring proses penanganan korban dan investigasi berlangsung. Dengan begitu, diharapkan proses tersebut dapat berjalan cepat dan menyeluruh.

"Fokus utama dari kita adalah penanganan untuk para korban. Jadi sekarang juga kita sudah menetapkannya sebagai statusnya KLB, kejadian luar biasa, supaya penangannya lebih cepat dan juga lebih menyeluruh seperti itu," kata Jeje, di Kantor Kecamatan Cipongkor, Selasa (23/9).

Rekomendasi