Pemerintah Aceh, bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan industri migas Medco E&P Malaka, melaksanakan penanaman 1.000 pohon mangrove. Aksi ini berlangsung di kawasan pesisir Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, pada Minggu, 19 Juli. Kegiatan ini turut melibatkan LSM Seulanga Aceh serta Universitas Syiah Kuala (USK).
Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk pelestarian lingkungan pesisir Aceh yang sangat vital. Inisiatif ini bertujuan menjaga ekosistem pantai dan keberlanjutan sumber daya alam bagi masyarakat.
Sekda Aceh M Nasir, melalui Asisten III Setda Aceh Murtala, menyampaikan apresiasi penuh atas kolaborasi lintas sektor ini. Sebanyak 300 peserta, termasuk mahasiswa, masyarakat, dan unsur pemerintah, turut serta dalam kegiatan peduli lingkungan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Pemerintah dan Urgensi Pelestarian Pesisir
Pemerintah Provinsi Aceh sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan ini. Sekda Aceh M Nasir menekankan pentingnya menjaga garis pantai Aceh yang panjang untuk keberlanjutan penghasilan masyarakat. Kerusakan kawasan pesisir dapat mengganggu sektor ekonomi masyarakat secara signifikan.
Asisten III Setda Aceh Murtala membacakan pidato yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Penanaman mangrove menjadi salah satu cara efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Kewajiban menjaga lingkungan berlaku bagi semua pihak, tidak hanya di wilayah tambang.
Kawasan pesisir memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Aceh, sehingga kelestariannya harus dijaga secara berkelanjutan. Manfaat penanaman mangrove tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Aceh, tetapi juga oleh negara secara umum. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif.
Advertisement
Advertisement
Peran Industri Migas dalam Green Energy
Kepala BPMA Nasri Djalal menegaskan komitmen pihaknya bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam menjaga lingkungan. Penanaman pohon secara berkelanjutan menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut. BPMA wajib mengembalikan kondisi alam seperti semula melalui program plug and abandonment.
Dalam mendukung program green energy, BPMA rutin mengimbau seluruh KKKS untuk terus melakukan penanaman pohon. Memperbanyak pohon adalah pilar penting green energy untuk memaksimalkan penyerapan karbon dioksida (CO2). Inisiatif ini sejalan dengan upaya global mengurangi emisi gas rumah kaca.
BPMA berencana melanjutkan gerakan penanaman pohon dengan menggandeng KKKS lainnya setelah Medco E&P Malaka. Gerakan ini tidak terbatas pada wilayah lingkar tambang eksplorasi, melainkan akan meluas ke seluruh Aceh. Target selanjutnya adalah bekerja sama dengan Yayasan Lestari Internasional.
Advertisement
Advertisement
Mangrove sebagai Investasi Jangka Panjang
Ketua LSM Seulanga Wardhana Prasetya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Aksi penanaman mangrove merupakan puncak dari rangkaian Gerakan Peduli Lingkungan. Rangkaian kegiatan sebelumnya meliputi bersih-bersih pantai dan penanaman cemara laut.
Penanaman mangrove bukan sekadar aksi nyata di lapangan, melainkan investasi jangka panjang bagi kawasan pesisir di masa mendatang. Mangrove memiliki peran krusial dalam melindungi garis pantai dari abrasi dan menyediakan habitat bagi berbagai biota laut. Upaya ini mendukung ekosistem pesisir secara menyeluruh.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh A Hanan. Hadir pula General Manager Medco E&P Malaka Tutu Paniji dan Dekan FMIPA USK Ilham Maulana, serta perwakilan dari Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK dan Mapala Leuser USK.
Advertisement
Sumber: AntaraNews