Polisi menduga ada tekanan yang menyebabkan terpengaruhnya kejiwaan pelaku.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis, AKP Joko Prihatin mengatakan, aksi mutilasi yang dilakukan TR terhadap istrinya yang berinisial YN diduga dilakukan di dekat rumahnya. Muncul dugaan bahwa TR mengalami stress.
Dia mengungkapkan, sebelum terjadi aksi mutilasi pelaku terhadap korban, TR diduga mengalami perubahan karakter dan sifat.
Pihaknya menduga ada tekanan yang menyebabkan terpengaruhnya kejiwaan pelaku.
Tekanan yang menyebabkan TR mengalami perubahan kejiwaan itu diduga adalah masalah ekonomi.
"(Terjadi) beberapa perubahan karakter dan sifat (terduga pelaku) agak aneh," ungkapnya.
Advertisement
Sampai kemudian menurutnya aksi mutilasi itu dilakukan oleh terduga pelaku. Aksi mutilasi itu diduga dilakukan tidak di dalam rumah, namun di jalanan.
Advertisement
katanya.
merdeka.com
Setelah melakukan aksi tersebut, pelaku pun kemudian menenteng tubuh korban dan memberitahukan bahwa dirinya tengah membawa tubuh istrinya. Potongan tubuh itu pun kemudian dikumpulkan.
Advertisement
Advertisement
"Kami juga akan berkoordinasi dengan dokter untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga korban mengalami stress karena usaha ternaknya bangkrut. Kondisi tersebut pun yang kemudian diduga menjadikan pelaku menawarkan sejumlah bagian tubuh istrinya yang sudah dimutilasi.