Sita 2 Kg Sabu, Polisi Bongkar Sindikat Narkoba Dikendalikan Napi

Senin, 15 April 2019 11:41 Reporter : Dwi Prasetya
Sita 2 Kg Sabu, Polisi Bongkar Sindikat Narkoba Dikendalikan Napi Polisi Bongkar Jaringan Narkotika di Banten. ©2019 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Merdeka.com - Ditresnarkoba Polda Banten berhasil membongkar jaringan besar narkotika di wilayah Banten dengan mengamankan 2 kilogram barang bukti narkotika golongan 1 jenis sabu.

Pengungkapan ini berawal dari hasil penyidikan kasus tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 10 gram pada Februari lalu terhadap tersangka Hasanudin dan Asep Sanusi.

Dari pengembangan ini polisi mengungkap jaringan besar di Banten dengan mengamankan empat orang tersangka, Dillah (32), Budi Iskandar (28), Ules (42) warga baros, Pandeglang dan Yeni (51) warga Cilegon. Kelompok ini masuk dalam jaringan Pakistan, mereka ditangkap Ditresnarkoba ditempat yang berbeda-beda di wilayah Banten.

Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir mengatakan barangan sebanyak 2 kilogram tersebut didapatkan tersangka Dillah dari jaringan international dari seorang bandar di Lapas Tangerang.

"Dillah dan Budi mendapatkan barang dari Ahmed warga negara Pakistan berkomunikasi melalui telepon. Kita juga akan kembangkan dengan memproses lebih lanjut," kata Kapolda saat jumpa pers di Mapolda Banten, Senin (15/4).

Kemudian Dillah dan Budi diperintahkan Ahmed untuk mengambil barang di Pasar Minggu, Jakarta. Setiba di lokasi keduanya didatangi oleh orang yang tidak dikenal seorang WNA Iran suruhan Ahmed dan menyerahkan tiga kilogram sabu. Adapun pembayaran dilakukan via transfer antar rekening bank.

"Diedarkan di wilayah Banten khususnya Lebak dan Pandeglang jaringan ini sudah masuk ke kampung-kampung, Ini yang harus kita waspadai," katanya.

Kepada empat tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara atau seumur hidup atau hukuman mati.

Kemudian polisi melakukan pengembangan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika jenis sabu dan mengamankan beberapa bang bukti dari tersangka Dillah diantaranya, sebidang tanah 2.000 meter, 2 kandang peternakan ayam, rumah kontrakan 2 lantai 6 pintu, 1 unit rumah, 3 unit roda dua berbagai merk, 3 unit roda empat, 30 gas tabung elpiji, uang tunai 200 juta rupiah dan 4 unit handphone.

"Barang yang kita tunjukan hasil dari keuntungan bisnis selama 4 tahun tersangka Dillah menggeluti bisnis ini dan yang bersangkutan residivis pernah dihukum 8 tahun," katanya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini