Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pelestarian warisan budaya Melayu di Siak, Riau. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan dengan Bupati Siak, Afni Zulkifli, pada Selasa (04/11).
Fadli Zon menyoroti kekayaan warisan Siak, mulai dari istana megah hingga ribuan manuskrip kuno. Ia menekankan bahwa kebudayaan Melayu merupakan bagian integral dari identitas bangsa Indonesia.
Dukungan ini mencakup revitalisasi fisik cagar budaya yang memerlukan keahlian khusus. Pemerintah pusat siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga peninggalan bersejarah ini.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemerintah Pusat untuk Pelestarian Warisan Budaya
Fadli Zon menekankan bahwa kebudayaan Melayu adalah bagian penting dari akar kebudayaan Indonesia. Siak memiliki warisan luar biasa, termasuk istana, manuskrip, dan tradisi yang masih hidup. Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung upaya pelestarian dan revitalisasi. Ini penting agar warisan berharga ini tidak hilang dimakan waktu.
Dalam pertemuan dengan Bupati Siak, Afni Zulkifli, Fadli Zon menegaskan komitmen. Kementerian Kebudayaan memperkuat upaya pelestarian warisan budaya daerah. Terutama yang memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa. Ini termasuk revitalisasi fisik yang memang memerlukan keahlian khusus.
Menteri Kebudayaan mengapresiasi semangat pemerintah Kabupaten Siak. Mereka menjaga peninggalan sejarah Kesultanan dengan baik. Fadli Zon juga mengajak masyarakat luas untuk lebih mengenal kekayaan budaya Melayu. Pelestarian warisan budaya ini adalah tanggung jawab bersama.
Advertisement
Advertisement
Kekayaan Warisan Budaya Siak: Dari Istana hingga Manuskrip
Bupati Afni Zulkifli memaparkan potensi dan kekayaan sejarah Kabupaten Siak. Terutama peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura. Siak merupakan pusat kebudayaan Melayu di Riau. Istana Siak Sri Indrapura dibangun pada abad ke-18.
Istana ini merupakan salah satu cagar budaya nasional bernilai sejarah tinggi. Selain itu, terdapat Masjid Sultan Siak dan Balai Kerapatan Tinggi. Keduanya merupakan pusat kejayaan Melayu yang masih berdiri. Siak memiliki 114 cagar budaya Kabupaten.
Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya berstatus cagar budaya nasional. Siak juga memiliki dua museum yang menyimpan peninggalan sejarah. Terdapat 13 warisan budaya takbenda, termasuk seni, tradisi, dan manuskrip kuno. Lebih dari 20.000 manuskrip telah direstorasi.
Advertisement
Kekayaan ini menjadikan Siak sebagai "rumahnya kebudayaan Melayu". Jejak sejarah Kesultanan masih hidup hingga kini. Ini menunjukkan betapa pentingnya Siak dalam konteks budaya nasional.
Advertisement
Tantangan dan Harapan dalam Revitalisasi Cagar Budaya
Bupati Afni menjelaskan bahwa kondisi Istana Siak Sri Indrapura masih megah dari luar. Namun, di dalamnya sudah banyak bagian yang rapuh. Karena statusnya sebagai cagar budaya nasional, perbaikan tidak bisa sembarangan. Ini memerlukan penanganan khusus.
"Istana Siak ini kondisinya masih megah dari luar, tapi di dalamnya sudah banyak bagian yang rapuh. Karena ini cagar budaya nasional, tentu kami tidak bisa sembarangan melakukan perbaikan," kata Bupati Siak. Ia berharap ada dukungan dari Kementerian Kebudayaan.
Dukungan ini diperlukan untuk revitalisasi istana tersebut. Menjaga istana ini sama artinya menjaga marwah kebudayaan Melayu. Harapan ini menunjukkan urgensi kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat.
Advertisement
Advertisement
Festival Julang Budaya Siak: Upaya Mengenalkan Kekayaan Lokal
Untuk lebih mengenalkan kekayaan budayanya, Pemkab Siak akan menggelar festival. Festival budaya atau Julang Budaya Siak dijadwalkan pada 14–16 November mendatang. Acara ini merupakan inisiatif penting.
Rangkaian kegiatan meliputi pameran kerajinan dan kuliner tradisional. Ada juga gelar budaya dan sarasehan budaya. Acara ini diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Wilayah IV Kepulauan Riau.
Festival ini menjadi ruang besar untuk menelusuri kembali budaya. Budaya yang tumbuh di tepian Sungai Siak. Sungai ini sejak dahulu menjadi saksi lahirnya peradaban. Ini juga menjadi tempat pertemuan berbagai bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews