Setnov diminta bongkar keterlibatan Ibas dalam kasus e-KTP

Kamis, 8 Februari 2018 23:36 Reporter : Nur Habibie
Setnov diminta bongkar keterlibatan Ibas dalam kasus e-KTP Sidang Setya Novanto. ©2018 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto (Setnov) diminta membongkar sejumlah politisi salah satunya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas diduga terlibat dalam proyek yang disebut-sebut merugikan uang negara Rp 2,3 triliun itu. Setnov disarankan membuka nama sejumlah politisi tersebut dalam persidangan.

"Jika Setya Novanto memang mempunyai bukti tentang keterlibatan Ibas, disampaikan saja dipersidangan. Tapi disertai bukti bukti tentang keterlibatan Ibas," kata peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) FH UGM, Fariz Fachryan dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (8/2).

Nama Ibas jadi pembicaraan karena buku hitam yang selalu dibawa Setya Novanto tersingkap. Nama putra bungsu Presiden ke-VI RI Susilo Bambang Yudhoyono itu terungkap saat Setnov menghadiri sidang lanjutan kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

"Karena melihat dari keterangan saksi saksi lain, penyebutan Ibas hanya dilakukan oleh Setnov," ujarnya.

Dia pun berharap agar Setnov dapat terbuka dan tak menutupi keterlibatan Ibas maupun pihak lainnya dalam perkara tersebut. Dia mendesak mantan ketua DPR itu membongkar semua politisi diduga terlibat dalam korupsi proyek yang memakan biaya Rp 5,9 triliun itu.

"Saya harap Setnov tidak menutupi keterlibatan orang lain, dibuka saja dalam persidangan dan biar nanti hakim yang menilai," tandasnya.

Nama Ibas sebelumnya dicantumkan Setnov dalam buku catatannya ditulisnya dengan kata justice collaborator. Buku catatan bersampul hitam itu, Novanto buka saat akan menjalani sidang lanjutan pada Senin (5/2) lalu.

Pada salah satu halaman, tertulislah nama Nazaruddin dan Ibas. Di atas dua nama itu, tertulis justice collaborator dan nama Nazaruddin berada persis di bawah tulisan justice collaborator.

Di bawah nama Nazaruddin, Setnov menggambar dua tanda panah. Tanda panah pertama berwarna hitam dan tertulis nama Ibas dan ada juga tanda panah berwarna merah di bawah nama Ibas dan tercantum juga angka USD 500 ribu.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bereaksi dengan munculnya nama Ibas. Dia menilai catatan tangan bertuliskan 'Ibas' dan 'Ketua Fraksi' di buku itu bentuk fitnah.

"Bagaimana dengan tuduhan terhadap Ibas yang secara ganjil menggelikan, ditunjukkan dalam catatan Setnov? Itu sebuah permainan. Dia akan gunakan sendiri hak hukumnya. Kita beri jalan Ibas mencari jalannya," kata SBY DPP Demokrat, Selasa (6/2). [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini